Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Perang Terus Lanjut, Ukraina Babal Belur

Kantor Ukraina Dihajar Rusia.-screnshot-

PERANG Rusia vs Ukraina masih terus berlanjut.  

----------------

AKIBATNYA sudah dapat ditebak, Ukraina lah yang makin babal belur.

Bahkan, Rusia melancarkan serangan udara terbesar sepanjang perang pada Minggu dini hari (7/9/2025), menggunakan ratusan drone dan rudal yang menghantam gedung pemerintahan utama di Kyiv, ibu kota Ukraina.

Serangan ini menewaskan setidaknya empat orang, termasuk seorang bayi berusia dua bulan, dan melukai puluhan lainnya, menurut pejabat Ukraina.  Ini merupakan pukulan simbolis bagi Kyiv, karena gedung pemerintahan pusat belum pernah menjadi sasaran langsung sebelumnya.

Serangan dimulai sekitar pukul 06.06 waktu setempat, dengan peringatan serangan udara yang diberlakukan di seluruh Ukraina.  Menurut Angkatan Udara Ukraina, Rusia meluncurkan 810 drone tempur dan 13 rudal, termasuk rudal jelajah Iskander-K dan rudal balistik Iskander-M.

Dari jumlah tersebut, Ukraina berhasil mencegat empat rudal jelajah dan 747 drone, tetapi sisanya menyebabkan kerusakan luas di utara, selatan, dan timur negara tersebut.  Di Kyiv, drone Rusia menghantam gedung utama yang menampung kantor kabinet menteri di distrik Pecherskyi yang bersejarah.

Perdana Menteri Yulia Svyrydenko mengonfirmasi bahwa ini adalah kali pertama gedung pemerintahan utama menjadi target, dengan atap dan lantai atas mengalami kerusakan parah.  Asap tebal terlihat membumbung dari lantai atas, dan petugas pemadam kebakaran berjuang memadamkan api yang dipicu oleh puing-puing drone.

Svyrydenko memposting video dari dalam gedung yang rusak, menunjukkan langit-langit berlumur jelaga dan puing-puing, sambil menyerukan dukungan internasional yang lebih konkret bagi Ukraina.  Selain Kyiv, serangan juga menargetkan kota-kota seperti Zaporizhzhia, Kryvyi Rih, Odesa, Sumy, dan Chernihiv.

Di distrik Sviatoshynskyi Kyiv, beberapa lantai gedung apartemen sembilan tingkat hancur, sementara puing drone memicu kebakaran di gedung apartemen 16 tingkat dan dua gedung lain.

Walikota Kyiv Vitali Klitschko melaporkan bahwa seorang ibu dan bayi dua bulannya tewas setelah terlempar ke jalan akibat gelombang tekanan ledakan drone. Seorang wanita tua juga meninggal di tempat penampungan bom di distrik Darnytskyi.

Setidaknya empat orang tewas, termasuk bayi, dan 18 orang terluka di Kyiv saja. Di Odesa, infrastruktur sipil dan gedung apartemen rusak, dengan tiga orang terluka.

Di Zaporizhzhia, 15 orang dirawat di rumah sakit akibat serangan drone. Presiden Volodymyr Zelenskyy menyebut serangan ini sebagai "kejahatan yang disengaja dan perpanjangan perang," menekankan bahwa diplomasi seharusnya sudah dimulai sejak lama. Ia menyerukan penguatan pertahanan udara Ukraina dari sekutu Barat.

Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim serangan ini menargetkan kompleks militer-industri dan infrastruktur transportasi Ukraina, sebagai respons terhadap "tindakan teroris" dari Kyiv. Namun, pejabat Ukraina menuduh Rusia sengaja menargetkan warga sipil, dengan ledakan yang merusak gedung perumahan dan fasilitas umum.***

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan