Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Prancis Dikepung Kebakaran Hutan

Kebakaran Hutan Prancis.-screnshot-

KEBAKARAN menghanguskan 2.000 hektare hutan di Prancis. 

--------------

DAMPAKNYA sejumlah penerbangan ditutup di negara itu, dikutip Rabu, 9 Juli 2025.

Melansir Wionews, penyebab kebakaran diduga akibat angin dan tumbuhan kering di tengah gelombang panas terjadi di Prancis. Lahan hutan seluas 2.000 hektare terjadi di Prancis Selatan. Otoritas setempat telah menutup rute ke Spanyol.

Penduduk setempat juga telah dievakuasi. Dampak besar lainnya, kebakaran ekstrem ini memaksa Bandara Marseille harus ditutup pada Selasa, 8 Juli 2025.  Gubernur Marseille mengatakan bahwa kebakaran hutan yang menyebar dengan cepat, terpaksa seluruh penerbangan ditutup sementara.

Beberapa penerbangan pada Selasa kemari dengan tujuan ke Brussel, Munchen dan Napoli, dibatalkan saat itu juga.

1.000 Personel Dikerahkan

Media lokal setempat melaporkan otoritas telah menerjunkan lebih dari 1.000 personel pemadam kebakaran. Namun demikian hingga saat ini kebakaran hutan di Prancis masih berlangsung.

Pihak berwenang menyebut bahwa faktor utama kebakaran terus meluas akibat terpaan angin kencang, ditambah sebagian besar lahan kering.  Setidaknya, pemerintah Prancis kehilangan cadangan oksigennya karena kebakaran hutan ini menghanguskan 2.000 hektare lahan.

Kobaran Belum Terkendali

Pejabat setempat, Chritian Pouget mengatakan ada enam rumah yang terdampak akibat insiden ini.

Ia menambahkan bahwa kondisi kebakaran hutan Prancis, saat ini api belum dapat dikendalikan. "Api masih belum dapat dikendalikan," katanya.

Pada Selasa pagi di Desa Prat de Cest, terjadi pemandangan tak sedap. Banyak pohon mati, hangus akibat terbakar. Bahkan sebagian masih ada yang terbakar.

Badan Meteorologi Prancis mengatakan fenomena kebakaran ini masih berisiko tinggi. Jalan Tol A9 menuju Spanyol ditutup pada Selasa pagi.  Pihak berwenang setempat mengabarkan Jalan Tol dengan rute tersebut akan kembali dibuka secara bertahap.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan