Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Nah! Timnas Dibantai Jepang...

Pertandingan Timnas Lawan Jepang.-screnshot-

Kenapa jarak antar lini terlalu jauh, para pemain tidak bisa membaca pergerakan dari para pemain Jepang.  Artinya dalam hal ini memang Jepang bermain jauh lebih baik dari segi taktik permainan dan memang mereka adalah tim yang sangat kuat karena mereka sudah membangun fondasi timnasnya selama puluhan tahun terakhir.

Jepang sudah punya planning atau target jangka pendeknya itu adalah untuk menjadi juara Dunia pada tahun 2034.

Berarti Jepang ingin menjadi juara pada tahun 2050, jadi ada target-target itu mayoritas pemain-pemain mereka juga bermain di Eropa.

Jika saja Jepang bermain dengan pemain-pemain inti di pertandingan hari ini maka  bisa saja Indonesia kalah dengan skor lebih telak lagi karena Patrick Kluivert minim Strategi.

“Saya pikir kalau dari segi susunan pemain, Kluivert  memang memilih pemain-pemain yang menurut dia fit dan juga tentu dengan taktik yang akan dia pakai memang ada lima  perubahan di lineup,” kata Bung Binden.

Emil Audero  memang tetap dipertahankan, di center back ada Mess Hilgers, wing back ada Kevin Dick, dan ada juga di sebelah kirinya wingback Yance Sayuri serta tengah tetap Joey Pelupessy dan Thom Haye.

Artinya ini riskan kalau salah satu dari pemain ini tidak dimainkan dari awal, tapi tidak  jalan, bahkan Thom Haye tidak jalan sama sekali begitu juga dengan Joey Pelupessy.

Dari awal Jepang sudah pasti serius, begitu juga Indonesia juga serius, tapi tidak bisa main gimana caranya mau menciptakan peluang.

“Taktik yang dijalankan jalan Kluivert, saya tidak paham apa taktiknya,” tandasnya.

Meskipun begitu, perjuangan selanjutnya dari Timnas Indonesia akan menuju round 4.

“Kekalahan hari ini dari Jepang perlu menjadi evaluasi bagi jajaran pelatih Patrick Kluivert dan jajarannya agar bisa membawa perubahan di round 4 bulan oktober nanti,” tutup Bung Binder.***

 

 

 

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan