Los Angeles Menjadi Medan Perang, Buntut Kerusuhan Imigran
Kerusuhan Los Angeles.-screnshot-
Sedangkan Departemen Keamanan Dalam Negeri mengklaim pada hari Sabtu, kepolisian membantu memukul mundur para agitator ketika kerusuhan dimulai pada hari Jumat.
Salah satu politisi sayap kiri Bass menjelek-jelekkan penegakan hukum ICE yang menyebabkan kekerasan yang menyebabkan sekitar 1.000 pendemo menyerang petugas penegak hukum, merusak gedung dan melakukan kejahatan lainnya.
Tricia McLaughlin selaku Asisten Sekretaris Departemen Keamanan Dalam Negeri menyampaikan bahwa agar aksi tersbeut dapat segera diakhiri.
"Para pria dan wanita ICE mempertaruhkan nyawa mereka untuk melindungi dan mempertahankan nyawa warga negara Amerika,” paparnya.
McLaughlin juga mengatakan jika terdapat peningkatan serangan hingga 413 persen dalam serangan terhadap agen ICE sejak Presiden Trump menjabat pada bulan Januari, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Massa juga melakukan vandalisme dengan grafity vulgar serta membagikan selembaran yang berisikan, ‘Rezim Fasis Trump HARUS PERGI SEKARANG JUGA!!!’
Pihak LAPD telah menangkap setidaknya 44 orang ditangkap dalam aksi yang terjadi Jumat lalu.
Andrew Cuomo yang merupakan Kandidat Wali Kota New York dan mantan gubernur menyampaikan bahwa keras ICE baru-baru ini di Los Angeles dan Kota New York merupakan eskalasi yang sangat meresahkan dalam taktik penegakan imigrasi.
“Ini merusak kepercayaan masyarakat dan prinsip-prinsip proses hukum yang wajar," kata Cuomo.
“Saya percaya pada penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan perbatasan, tetapi operasi ini ditandai dengan penggerebekan bergaya militer,” tambahnya.
“Tidak hanya itu, meraka juga penggunaan granat kejut dan penahanan serta termasuk mereka yang mencoba mendokumentasikan peristiwa tersebut”.
“Ini telah melewati batas dan menjadi kekejaman serta ketakutan yang tidak perlu," tegasnya.
Dalam penanganan aksi Sabtu lalu, gas air mata memenuhi wilayah di pinggiran selatan Los Angeles.***