Ekonomi Babel Masih Terpuruk, Eksport Timah Anjlok!
Ilustrasi-screnshot-
Selain persoalan tambang ilegal, Restu juga mengakui penurunan kinerja pegawai setelah Kejaksaan Agung mengusut kasus korupsi di IUP PT Timah yang merugikan negara hingga Rp 300 triliun. “Kinerja personel PT Timah sangat jatuh karena hampir kehilangan keyakinan terhadap pimpinan, manajemen. Bahwa ternyata seluruh jajaran PT Timah seolah tidak mampu berbuat,” kata dia.
Restu resmi menjabat sebagai Direktur Utama PT Timah periode 2025–2030 sejak 2 Mei lalu. Ia mengatakan sedang fokus membenahi manajemen dan memulihkan semangat kerja pegawai. “Tugas kami untuk menaikkan moril dan semangat pekerja kami untuk segera move on,” ujar Restu.***