Alex Pastoor Berkorban Demi Indonesia
Alex Pastoor-screnshot-
Setibanya di sana mereka disambut oleh jernihnya air laut dengan gradasi warna biru-kehijauan dan tanpa ragu mereka berfoto bersama anak-anak yang bermain di tepi pantai.
Sambil menikmati keindahan alam Ternate, keduanya juga mencicipi es kelapa muda yang segar di pinggir pantai.
Setelah puas berjelajah singkat sejarah dan keindahan alam Ternate malam harinya Alex Pastoor dan Denny Landzaat menuju Stadion Gelora Kie Raha Ternate untuk menyaksikan laga Malut United kontra Borneo FC yang berakhir 3-0.
Laga ini mendapat perhatian khusus karena ada beberapa pemain potensial yang bisa menjadi bagian dari timnas Indonesia ke depannya.
Dari tribun VIP dengan menggunakan atasan batik keduanya mengamati jalannya pertandingan dengan penuh perhatian.
Mereka berdiskusi dan mencatat beberapa hal penting terkait performa para pemain yang tampil di lapangan.
Dan siapa sangka keputusan Patrick Kluivert menunjuk Alex Pastoor sebagai asisten pelatih bukan sekedar rekrutmen biasa.
Ada keyakinan dan ada chemistry dan kini terbukti pilihan itu bukan keputusan yang keliru.
Alex Pastoor dan Denny Landzaat bukan orang baru di kehidupan Kluivert, ia berkata telah mengenal lama keduanya.
Lebih lanjut Kluivert yakin akan menjadi tim yang bagus dengan dua orang tersebut.
Hal menarik lainnya Pastoor dan Denny Landzaat sebelumnya pernah bekerja sama di Az Alkmaar.
Kombinasi ketiganya bersama Patrick Kluivert bisa menjadi tim yang bagus untuk timnas Indonesia.
Dalam sebuah wawancara dengan media Belanda, Alex Pastoor menyebut pengalamannya di Indonesia sebagai hal yang sangat gila.
Tapi bukan dalam arti negatif, melainkan gila akan semangat kultur sepak bola dan energi luar biasa yang ia rasakan selama menangani timnas.
Alex Pastoor baru dua kali berada di pinggir lapangan saat timnas Indonesia bertanding yakni ketika melawan Australia dan Bahrain pada Maret 2025 lalu.