China Dipasang Tarif 104%, Trump Kian Bringas!
Donald Trump-screnshot-
Beberapa negara, seperti Argentina, Vietnam, dan Israel, dilaporkan sudah menawarkan pengurangan tarif mereka sebagai respons terhadap kebijakan ini.
Sementara itu, China tidak tinggal diam. Pemerintah Beijing menegaskan bahwa mereka akan melawan perang dagang ini hingga titik terakhir dan sudah menyiapkan langkah-langkah balasan untuk melindungi kepentingan nasional mereka. Menteri Perdagangan China menyatakan negara mereka memiliki "tekad kuat dan banyak cara" untuk menghadapinya.
Namun, dalam sebuah dokumen terpisah, China juga membuka peluang untuk dialog dengan Amerika Serikat guna mencari solusi bersama.
Tarif Terus Menanjak
Awalnya, Trump mengusulkan tarif tambahan 34% untuk barang-barang China. Namun, setelah China membalas dengan tarif yang sama pada produk-produk Amerika, Trump menambah beban tarif menjadi 50%, dan kini tarif keseluruhan untuk produk China sudah mencapai 104%.
Bagi Trump, kebijakan tarif ini adalah langkah untuk menghidupkan kembali sektor manufaktur Amerika yang sudah lama hilang, meskipun banyak ekonom yang meragukan keberhasilan kebijakan ini dan mengingatkan akan risiko inflasi yang lebih tinggi akibat naiknya harga barang.
Tarif Baru di Ujung Mata
Tidak hanya China, Trump juga berencana untuk mengenakan tarif besar terhadap obat-obatan dari luar negeri dalam waktu dekat. Selain itu, Kanada juga mengumumkan tarifnya terhadap produk otomotif Amerika yang mulai berlaku pada hari Rabu.
Uni Eropa sendiri mencoba menenangkan ketegangan dengan menyerukan perlunya stabilitas ekonomi global. Namun, mereka juga sedang mempersiapkan langkah-langkah balasan terhadap tarif baru yang diterapkan oleh Amerika, terutama terkait tarif 20% yang kini dikenakan pada barang-barang dari negara-negara UE.
Ke depan, kita akan terus melihat dampak dari kebijakan tarif ini yang semakin memperumit hubungan dagang global dan bisa memicu efek domino di pasar internasional.***