Siap Kudeta Australia!
Siap Kudeta Australia!-Screenshot-
Ia ingin menunjukkan siapa Timnas Indonesia sebenarnya.
Sosok seperti Justin Hubner inilah yang sangat Timnas Indonesia butuhkan saat ini.
Ia adalah manifestasi dari generasi baru yang tidak hanya bermain dengan taktik, tetapi juga dengan nyali dan keberanian karakter kerasnya menjadi pembeda dan dalam laga sulit seperti menghadapi Bahrain.
Pemain seperti dialah yang akan menguji mental lawan inilah El Preman Timnas Indonesia, Justin Hubner sang gladiator muda yang akan menjaga harga diri bangsa Indonesia saat Bahrain datang ke GBK.
Sementara itu Jay Idzes sebagai kapten punggawa Timnas Indonesia ingin menaklukkan perlawanan Australia di Kualifikasi Pala dunia 2026.
Ketika misi di klub Venezia telah selesai, sekarang waktunya bagi Jay Idzes mengemban misi untuk Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Ia mengharpkan agar suporter Timnas Indonesia selalu mendukung skuad garuda dimana pun bermain.
“Saatnya Timnas Indonesia sebagai macan Asia, dan menaklukan negara kuat di sepak bola Asia,” katanya.
Sebelumnya satu pemandangan haru pun terlihat sebelum keberangkatan staf ke pelatihan Timnas Indonesia ke Australia, Patrick Kluivert melakukan sebuah gestur sederhana namun penuh makna.
Ia berpamitan kepada para Ultras Garuda dengan mengenakan syal milik suporter di pundaknya, tak ada kata-kata panjang, tak ada pidato megah, hanya senyuman pelukan hangat dari para suporter Timnas Indonesia.
Sepertinya ia sudah menyatu dengan semangat para suporter Timnas Indonesia, Patrick Kluivert paham ini bukan hanya tentang taktik dan strategi, tapi ini soal ikatan batin dengan suporter yang mendukung di Tribun maupun dari layar kaca.
Mereka yang berdoa di rumah dan yang berharap pada setiap umpan dan tendangan dari para pemain Timnas Indonesia di atas lapangan memberi kemenangan skuad garuda.
Dulu ketika Timnas Indonesia lawan Australia, respons para pendukung Socceroos hanya biasa-biasa saja dan mereka menganggap ini laga mudah.
Mereka menganggap tidak ada greget, dan tidak ada tekanan karena bagi mereka melawan tim peringkat seratusan FIFA adalah hal sepele.
Tapi tidak hari ini, suasananya berbeda aura kecemasan mulai terasa timeline media sosial para suporter Australia dipenuhi tuntutan kepada pelatih mereka.