Hakkli Babel dan Dinkes Bangka Dorong SPPG Harus Miliki SLHS
Editor: Tri Harmoko
|
Kamis , 16 Oct 2025 - 19:42
Pelatihan untuk Penjamah Makanan di SPPG oleh Hakkli Babel dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka.(Foto:IST)--
Berikan Pelatihan Penjamah Makanan di SPPG
Koranbabelpos.id,SUNGAILIAT--Himpunan Ahli Kesehatan Indonesia Kepulauan Bangka Belitung (Hakkli Babel) bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangka mendorong Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Untuk mendukung itu pihaknya melakukan pelatihan bagi penjamah makanan pada sejumlah SPPG di Kabupaten Bangka.
Ketua Hakkli Babel, Boy Yandra, S.K.M.,M.P.H., menerangkan SLHS
menjadi instrumen krusial di dalam setiap dapur makanan bergizi gratis. Upaya mewujudkan SLHS juga sesuai arahan Ketua Umum Hakkli pusat lewat audensi strategis dengan Wamen Kesehatan RI baru-baru ini.
"Sebelumnya Hakkli pusat di Kemenkes membahas pentingnya sertifikat laik higienis sanitasi sebagai pondasi utama dalam menjamin keamanan dan kualitas program makanan bergizi gratis. Hakkli menekankan SLHS bukan sekedar dokumen administratif melainkan instrumen krusial untuk memastikan keamanan pangan di tempat pengolahan pangan, khususnya satuan pelayanan pemenuhan gizi yang harus memahami hal seperti ini," jelas Boy Yandra, Kamis (16/10/2025).
Pihaknya juga memberi pelatihan penjamah makanan bagi relawan dapur SPPG Imam Bonjol pada Kamis (16/10/2025). Saat ini salah satu SPPG yang telah beroperasi adalah SPPG di Jl. kenangan Pemali dengan jumlah 47 orang relawan dan telah mendapat pelatihan. Relawan dalam SPPG tersebut menyiapkan makanan mulai dari nasi hingga lauk pauk sekitar 3.400 porsi dalam sehari.
Menurutnya, penyajian pangan yang cukup banyak memerlukan perhatian ekstra untuk higenis, sanitasi mulai dari pengadaan pangan, penyimpanan, pengolahan, penyajian maupun pengawasan. Perhatian harus dilakukan guna pencegahan munculnya penyakit atas pangan yang tak higenis sehingga terhindar dari risiko keracunan makanan.
"Kami inisiasi pelatihan penjamah makanan berkerjasama dengan Dinkes Kabupaten Bangka. Pelatihan juga melibatkan narasumber dari BPPOM Babel dan Dinkes Babel," jelasnya.
Ia lanjutkan materi yang diberikan terkait tahapan untuk makanan bergizi sesuai ketentuan standar operasional prosedur. Agar nantinya anak-anak dapat makanan sehat dan bergizi guna menurunkan prevelensi angka stunting di Kabupaten Bangka
Di Kabupaten Bangka saat ini terdapat 32 SPPG yang bertujuan untuk meningkatkan gizi anak-anak sekolah sebagai program dari Presiden Prabowo Subianto. Kedepan, pihaknya berupaya agar setiap SPPG di Kabupaten Bangka mendapat pelatihan penjamah makanan.(trh)