Hari Bumi 2025 , BKPRMI Bangka Tanam Ribuan Pohon Buah
Hari Bumi 2025 , BKPRMI Bangka Tanam Ribuan Pohon Buah.-Tri Harmoko-
SUNGAILIAT - Momentum 55 tahun Hari Bumi di tahun 2025 akan diisi Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Bangka dengan menanam ribuan pohon. Penanaman pohon ini untuk mendukung gerakan bersama BKPRMI se-Indonesia yang akan menanam satu juta pohon dalam peringatan Hari Bumi.
"BKPRMI Bangka menginstruksikan kepada kepala unit, ustadz, ustadzah dan santri TPA serta pemuda remaja masjid binaan agar menanam tanaman buah di lingkungan masing-masing. Memanfaatkan lahan sekitar masjid atau TPA yang masih ada," kata Ketua DPD BKPRMI Bangka, Fahmi Andika, Rabu (23/4/2025).
Pihaknya juga mengimbau penanaman pohon di Kabupaten Bangka oleh jajaran BKPRMI dapat dilakukan di lahan kritis, tepian sungai, kaki bukit, lahan pemakaman dan lain-lain. Nantinya BKPRMI di Kabupaten Bangka dalam aksi penanaman akan bermitra dengan lembaga negara serta komunitas lingkungan.
"Kita juga menginginkan setelah ditanam agar dilakukan pengecekan dan pemeliharaan, supaya bisa tumbuh dengan subur. Pekan depan kita mulai bergerak menanam di beberapa pekarangan TPA dan masjid," sebutnya.
Untuk jenis tanaman yang dipilih antara lain tanaman buah alpokat, mangga, nangka dan rambutan.
"Selain itu juga, Insya Allah di bulan Mei, BKPRMI Bangka akan melakukan wisuda akbar santri TPA yang akan diikuti sekitar 3000 santri. Santri-santri ini kita minta untuk menanam pohon buah di lingkungannya masing-masing minimal satu pohon tiap santri, sebagai wujud rasa syukur dengan bersedekah pohon," ujarnya.
DPP BKPRMI Inisiasi Gerakan Nasional Tanam Satu Juta Pohon
Dalam memperingati 55 tahun Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April 2025, Ketua Umum DPP BKPRMI Nanang Mubarok, mencanangkan - Gerakan Nasional Menanam Satu Juta Pohon---. Gerakan ini merupakan seruan kepada seluruh kader, pengurus, guru ngaji Alquran, para santri Alquran, pemuda remaja masjid, dan masyarakat luas di seluruh Indonesia. Gerakan ini untuk mengambil bagian dalam aksi nyata menanam pohon sebagai wujud kepedulian terhadap kelestarian bumi.
"Ini adalah bentuk praktik baik dan nyata dari kepedulian kita terhadap lingkungan. Di tengah krisis iklim global, langkah kecil seperti menanam pohon dapat menjadi kontribusi besar bagi masa depan bumi,” ungkap Nanang.
Gerakan ini selaras dengan tema nasional peringatan Hari Bumi 2025 yang diusung pemerintah, yaitu “Energi Kita, Planet Kita.” Tema ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk organisasi masyarakat keagamaan, dalam mengatasi dampak perubahan iklim dan kerusakan lingkungan secara global.
Menurut Nanang, isu lingkungan harus menjadi agenda bersama yang melibatkan seluruh elemen bangsa. Ia menegaskan bahwa ormas keagamaan memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran kolektif, terutama melalui nilai-nilai spiritual dan ajaran agama yang kuat terkait pelestarian alam.
"Indonesia harus berada di garda terdepan dalam menjaga lingkungan. Kita mulai dari kesadaran bahwa agama telah mengajarkan hal ini sejak lama. Dalam Islam, misalnya, dikenal konsep khalifah fil ardh—, bahwa manusia adalah penjaga dan pelestari bumi," jelasnya.
Ia menambahkan, semua agama mengandung ajaran pelestarian lingkungan. Dalam Islam, sabda Nabi Muhammad SAW riwayat Bukhari menjadi pengingat kuat: “Jika hari kiamat akan segera tiba dan di tanganmu ada bibit pohon, maka tanamlah.”