Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Ketua DPRD Basel Menyayangkan Dugaan Pembakaran Alat Berat PT SNS

Ketua DPRD Basel Menyayangkan Dugaan Pembakaran Alat Berat PT SNS.-Ilham BABEL POS-

TOBOALI - Ketua DPRD Basel Erwin Asmadi sangat menyayangkan dugaan pembakaran satu unit alat berat jenis eksavator milik PT. Swarna Nusa Sentosa (SNS) di Kepulauan Lepar, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) yang diketahui pada Sabtu (23/08). 

Diketahui, alat berat tersebut pertama kali diketahui oleh Helper operator PT. SNS saat datang ke lokasi, yang mana alat berat tersebut sudah dalam keadaan hangus yang berada di blok R11A/R11BG perkebunan PT. SNS di Tanjung Labu, Kepulauan Lepar.

"Sangat menyayangkan, adanya dugaan pembakaran ini. Seharusnya kita saling menahan diri dan bisa dimusyawarahkan dulu," sebut Erwin Asmadi, Senin (25/08).

Dikatakannya, setiap permasalahan itu bisa diselesaikan dengan cara bermusyawarah, dengan kepala dingin. Selain itu kepada investor juga ada ketenangan dalam menyingkapi hal tersebut. 

Ia berharap kejadian seperti ini jangan sampai terulang lagi, harus ada titik keharmonisan antara pihak perusahaan dan masyarakat, sehingga tidak menimbulkan kerugian diantara kedua belah pihak.  

"Intinya, kami berharap saling menahan diri dan menjaga dari sesuatu hal yang bisa menimbulkan kerugian diantara kedua belah pihak," tandasnya. 

Sementara itu, Pengacara PT. SNS yakni Tito Napitupulu saat dikonfirmasi, sangat menyayangkan adanya dugaan pembakaran alat berat tersebut. "Tak ada ketegasan dari Bupati maupun pihak kepolisian untuk perlindungan investor, hingga kejadian ini bisa terjadi," sebutnya, Sabtu (23/08).

Disebutkannya, pada bulan Mei 2025 lalu pihaknya telah mengajukan bantuan hukum ke ke Polda Babel, tetapi tidak di respon oleh Ditkrimum Polda Babel, dan membuat pihaknya kecewa ke kepolisian. Paket wisata Bangka Belitung

Lalu, PT. SNS membuat surat permintaan RDP ke DPRD Provinsi dan hasil keputusannya pada 15 Agustus akan di lakukan rapat lanjutan, tetapi tidak terealisasi dan tidak ada kepastian. 

"Kita sudah meminta bantuan Hukum, tetapi Ditkrimum tidak ada respon, lalu permintaan RDP ke DPRD Provinsi, dan sampai sekarang tidak ada terealisasi serta kepastiannya," ujarnya. 

Dalam hal ini PT. SNS juga meminta ketegasan Bupati Basel untuk melindungi Investor. Jangan membuat keputusan tanpa memanggil kedua belah pihak atau hanya mendengar salah satu pihak. "Kami mohon kepada Kapolda Babel segera mengatensikan, jajarannya agar terduga pelakunya bisa tertangkap dan investor mendapatkan jaminan keamanan," pungkasnya. (im)

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan