Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Pemkab Bangka Barat jaga Ketersediaan Sembako Jelang Lebaran

Pemkab Bangka Barat jaga Ketersediaan Sembako Jelang Lebaran.-Antara-

MENTOK - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menguatkan sinergi lintas sektor guna menjaga ketersediaan bahan pangan pokok dan barang penting lainnya menjelang Lebaran 2026.

"Strategi 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif, terus dilaksanakan agar masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan pokok dan barang penting lainnya dengan mudah dan harga terjangkau," kata Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Bangka Barat Bambang Haryo Suseno di Mentok, Senin.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik Kabupaten Bangka Barat pada 2 Maret 2026, menunjukkan pada Februari 2026 Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat sebesar 105,54 dengan tingkat inflasi tahunan (yearonyear) sebesar 4,78 persen. Jumlah ini turun dibandingkan Januari 2026 yang tercatat inflasi 5,36 persen.

Inflasi bulan ke bulan pada Februari sebesar -0,77 persen, juga turun dari bulan Januari yang sebesar 0,36 persen, sementara inflasi tahun kalender tercatat -0,42 persen. Menurut dia, angka ini menunjukkan harga barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga di Bangka Barat menunjukkan adanya perbaikan pada beberapa komoditas pangan, namun secara umum masih terjadi tekanan inflasi di daerah.

Beberapa fenomena pada Februari 2026 yang memberikan pengaruh terhadap pengendalian inflasi antara lain adalah intervensi pemerintah daerah seperti giat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bersama Tim Satgas Polres Bangka Barat memastikan stok bahan pokok komoditas strategis mencukupi dan harga relatif stabil dalam kegiatan sidak di Pasar Tradisional Mentok dan sejumlah titik distribusi bahan pokok.

Selain itu, kata dia, distributor pangan di Provinsi Babel menambah stok 30 ton daging ayam ras dan telur ayam guna mengantisipasi lonjakan permintaan masyarakat menyambut Puasa Ramadhan memberikan dampak positif, dan kondisi stok sayuran hijau seperti sawi, kangkung dan bayam berlimpah karena panen petani lokal cukup baik dan kondisi cuaca yang relatif mulai stabil sehingga mendukung distribusi.

Menurut dia, struktur inflasi Bangka Barat masih didominasi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Beberapa komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi antara lain beras, ikan segar, daging ayam ras, dan bawang merah.

"Komoditas-komoditas ini merupakan kebutuhan pokok masyarakat sehingga perubahan harga yang relatif kecil sekalipun dapat memberikan dampak signifikan terhadap tingkat inflasi daerah," ujarnya.

Di sisi lain, beberapa komoditas sayuran, seperti bayam dan sawi hijau dan komoditas ikan tertentu tercatat mengalami penurunan harga pada Februari 2026. Penurunan ini turut menahan laju inflasi sehingga tidak meningkat lebih tinggi.

"Fenomena ini memperlihatkan inflasi di Bangka Barat sangat sensitif terhadap dinamika pasokan pangan yang dipengaruhi oleh faktor musim, cuaca, dan kelancaran distribusi, untuk itu strategi pengendalian inflasi difokuskan pada empat aspek utama 4K yang menjadi kerangka kerja penting bagi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga stabilitas harga," katanya.

Ia menjelaskan,dari sisi keterjangkauan harga, pemerintah daerah telah melakukan stabilisasi melalui operasi pasar dan intervensi harga pada komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, gula, dan daging ayam.

Dari sisi ketersediaan pasokan, kata dia, peningkatan produksi pangan lokal menjadi

langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah, seperti pengembangan kawasan hortikultura, perikanan budidaya dan peternakan ayam ras dapat menjadi alternatif untuk memperkuat ketahanan pangan daerah dan menekan potensi lonjakan harga pada saat pasokan dari luar daerah terganggu.

Melalui dinas terkait, kordinasi terhadap upaya meningkatkan produksi pangan lokal terus diusahakan dengan serius.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan