MAF 2025, Ruang Ekspresi dan Kreativitas Generasi Muda Mentok
MAF 2025, Ruang Ekspresi dan Kreativitas Generasi Muda Mentok.-istimewa-
"Dari sisi pendanaan, 100 persen adalah dukungan, bantuan, dan sumbangan dari para panitia acara sendiri," jelasnya.
Ridwan Djamaluddin, selaku pihak dari Rumah Peradaban Mentok yang menjadi venue perhelatan ini mengungkapkan bahwa sudah saatnya Mentok memiliki ruang ekspresi dan kreatifitas bagi generasi muda untuk membangun sekaligus memiliki Kota Mentok. Peradaban atas Mentok bisa dimulai dari ruang-ruang kreatif generasi muda.
Ia juga mengajak semua pihak untuk ambil bagian dalam membangun ekosistem itu. Mewariskan nilai-nilai baik kepada generasi berikutnya sebagai tanggungjawab moril orang Mentok.
Wakil Bupati Bangka Barat, Yusderahman, dalam sambutannya mengucapkan apresiasi kepada Perkumpulan Daon Sempor atas inisiasinya menggagas dan merangkul para penggiat budaya untuk bersama-sama melaksanakan kegiatan ini.
Tema tahun 2025 yakni “Tanda Bicara” diakuinya terasa dekat dengan semangat peringatan Hari Jadi Kota Mentok.
"Kota Mentok memang kota yang penuh dengan sejarah, budaya, nostalgia, dan kebanggaan. Mari kita kembali mengenali tanda tentang budaya dan nilai penting dari kota Mentok untuk kita maknai sebagai kekuatan sekaligus modal untuk membangun negeri," ucapnya.(*)