Presiden Turki mengatakan bahwa tidak hanya organisasi internasional tetapi juga universitas-universitas bergengsi di Barat telah gagal dalam masalah Gaza.
BACA JUGA:Stres, Tentara Israel Tembak Teman Sendiri, Mimpi Buruk dari Gaza
“Dapatkah Anda bayangkan bahwa rektor universitas ditanyai dan dimintai pertanggungjawaban di Kongres hanya karena mereka mengadvokasi hak-hak anak, perempuan, dan warga sipil?” tegasnya.
Kritik sekecil apa pun, meski dalam batasan hukum dan demokrasi, akan ditindas dengan label anti-Semitisme dan dianggap sebagai kejahatan.
Sejauh ini serangan Israel ke Gaza telah menewaskan sedikitnya 21.110 warga Palestina, sebagian besar wanita dan anak-anak, dan melukai 55.243 lainnya, menurut otoritas kesehatan setempat.
Serangan gencar Israel telah menyebabkan kehancuran di Gaza, dengan 60 persen infrastruktur di daerah kantong itu rusak atau hancur dan hampir 2 juta orang mengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih dan obat-obatan.***