Anak Pejabat

Anak Pejabat

Jumat 19 Jun 2026 - 16:21 WIB
Reporter : Admin
Editor : Budi Rahmad

 

Setelah menyerahkan sebuah amplop coklat tebal, sang pejabat berpamitan pulang meninggalkan sang kepala desa yang menatap amplop coklat tersebut dengan berbagai pertanyaan. 

 

*****

 

Di sebuah pos kamling, berita hilangnya anak pejabat tersebut sudah viral. Banyak tanggapan dan asumsi liar di kalangan masyarakat. Ada yang menanggapi biasa saja, ada yang menanggapi dengan perasaan senang. Asumsi-asumsi aneh pun mulai bertebaran dari mulut ke mulut.

 

“Pejabat itu memang pantas mendapatkan ini, Ia orangnya sangat pelit.”

“Betul itu, biar Ia merasakan bagaimana rasanya kehilangan anak.”

“Iya, lagian selama ini tidak ada kontribusinya untuk kita.”

“Walaupun ada imbalannya, aku tidak akan ikut mencarinya.”

 

Obrolan bersahutan di antara pria-pria yang berada di pos kampling siang itu seolah menegaskan bahwa mereka sudah sangat benci dengan sang pejabat.

 

Konon memang sang pejabat itu tidak pernah lagi perduli dengan desa mereka. Hanya ketika akan pemilu Ia menyambangi masyarakat dengan wajah memelasnya, tetapi setelah Ia terpilih menjadi wakil rakyat jarang datang untuk melihat desa mereka. Kalau pun Ia datang ke desa memakai kendaraan pribadi yang tertutup rapat. 

 

Tags :
Kategori :

Terkait