“Nanti tolong siapkan uang ya untuk biaya pencarian anak saya, terima kasih ya!” Percakapan terputus. Sang pejabat tersenyum penuh kelegaan.
*****
Suasana Desa Dalpel siang itu mendadak ramai. Adanya selebaran tentang hilangnya seorang anak yang ditempel di beberapa tempat menggemparkan masyarakat. Walaupun sebenarnya sudah sering terjadi peristiwa seperti itu, namun yang membuat heboh kali ini adalah kedudukan anak yang hilang tersebut. Kalau selama ini anak hilang berasal dari keluarga biasa-biasa saja, namun kali ini anak yang hilang adalah anak pejabat, anggota dewan. Oleh karena itu seluruh masyarakat desa mendadak ingin menjadi pahlawan.
Semua orang berusaha untuk menemukan sang anak pejabat tersebut. Selain ingin mencari muka dengan sang pejabat, masyarakat juga termotivasi dengan imbalan yang dijanjikan. Dalam kertas pengumuman, sang pejabat berjanji akan memberikan sejumlah uang dalam jumlah jutaan bagi siapa saja yang mampu menemukan anaknya.
Kontan saja masyarakat mulai mengeluarkan segala kemampuannya. Mulai dari anak-anak sampai yang tua renta berbondong-bondong mengikuti sayembara itu. Bagi mereka imbalan yang dijanjikan dapat menolong perekonomian mereka di saat susahnya mencari penghasilan.
Perlakuan dan respons yang berbeda ketika menghadapi anak hilang tersebut secara tidak langsung juga membuat sebagian masyarakat bertanya-tanya dalam hati. Sebagian masyarakat mempertanyakan kenapa ketika anak orang biasa hilang tidak seheboh seperti sekarang.
Bahkan ketika ada anak orang biasa yang hilang kesannya diabaikan. Laporan pun hanya diterima kemudian ditumpuk di meja kerja pejabat dan dalam hitungan minggu laporan itu akan hilang seperti asap rokok yang dihisap para pejabat itu. Kasusnya akan hilang terbawa angin keangkuhan dan ketidakpedulian pejabat tersebut.
Kasus hilangnya anak di desa tersebut sudah puluhan, namun selama kejadian itu tidak ada satu pun anak yang ditemukan. Sehingga sebagian masyarakat yang anaknya hilang terkadang hanya bisa pasrah. Mereka sudah menganggap itu sebuah takdir dari sang pencipta.