*****
Pagi itu rumah sang pejabat sudah ramai oleh warga desa. Beberapa orang polisi sudah berada di rumah sang pejabat. Dan tidak beberapa lama keluar sang pejabat dan informan dengan tangan diborgol. Di saat semua menyangka hanya dua orang itu yang ditangkap, ternyata masih ada satu lagi seseorang keluar dengan tangan terborgol. Masyarakat bertambah terkejut karena yang keluar terakhir adalah anak sang pejabat yang selama ini dinyatakan hilang.
Polisi menangkap sang pejabat dan komplotannya berdasarkan laporan dua orang anak pak Kades yang waktu itu mengintai aktivitas informan dan sopir mobil besar. Dari informan itulah didapat informasi bahwa sang pejabat sengaja membuat isu hilangnya anak-anak desa.
Tujuannya adalah untuk menurunkan pamor sang kepala desa agar tidak dipercaya lagi oleh masyarakat dan pada pencalonan berikutnya tidak akan dipilih lagi oleh masyarakat. Jika hal itu berhasil maka ia akan memperkenalkan sang informan untuk menjadi calon kepala desa.
Lebih mengejutkan lagi ternyata beberapa anak yang hilang itu sengaja dikurung di belakang rumahnya. Sedangkan anaknya yang dibilang hilang ternyata diinapkan di sebuah hotel mewah.
Dengan terbongkarnya sindikat peneror desa yang didalangi oleh sang pejabat, maka desa tersebut kembali tenang dan aman. Sebagian masyarakat yang dulunya membenci kepala desa meminta maaf dan kembali mendukung sang kepala desa.
“Terima kasih ya, berkat kalian semua ini bisa dipecahkan.”
Kepala desa menjabat tangan dua anak buahnya sambil menatap kepergian sang pejabat dan komplotan dibawa polisi menuju tahanan.
“Ini ambil untuk kalian.”