“Kalau pak Kades tidak bisa menemukan anak saya, khawatirnya nanti nama baik pak Kades akan tercemar.”
“Sekarang saja nama pak Kades sudah mulai memudar karena banyaknya masalah di desa ini.” Sang pejabat terus berkhotbah dan terkesan mengintimidasi kepala desa.
“Ya pak, kami perangkat desa masih berusaha menyibak tabir masalah di desa kita, mohon doanya agar kemelut ini segera sirna”
“Baik pak Kades, saya tunggu kabar bahagianya”
“Saya permisi pulang dulu”
Bagai hantu jailangkung, sang pejabat itu pergi begitu saja meninggalkan pak Kades dan istrinya. Sikap aneh itu membuat pak Kades dan istri bertanya-tanya dalam hati, kenapa ketika anak-anak yang lain hilang sang pejabat tidak seheboh seperti sekarang.
*****
Beberapa mobil besar yang sering disebut dengan mobil kepala buaya sudah tersusun rapi di sebuah tempat yang jauh dari perkampungan warga. Mobil-mobil itu sepertinya memang sudah disiapkan untuk menjalankan sebuah misi. Di sudut yang lain tampak beberapa pria yang merupakan sopir mobil tersebut masih santai dengan gelas-gelas kopi di hadapan mereka. Tampaknya mereka sedang menunggu perintah dari atasan mereka. Mereka terlihat santai sambil tertawa ringan. Namun mereka tidak menyadari dari kejauhan ada dua pasang mata sedang mengamati gerak-gerik mereka.
Keanehan terlihat ketika beberapa detik kemudian datang seorang pria yang sudah dikenal oleh dua pasang mata tadi. Pria yang baru datang tersebut adalah informan yang beberapa hari lalu membuat isu tentang hubungan antara mobil-mobil besar dan kasus hilangnya anak di desa tersebut.