Menata Pendidikan Islam, Menjemput Zaman

Menata Pendidikan Islam, Menjemput Zaman

Senin 27 Apr 2026 - 16:25 WIB
Oleh: Admin

 

Dalam konteks ini, kebijakan Kemenag perlu dibaca sebagai dorongan awal. Keberhasilannya sangat bergantung pada implementasi di tingkat perguruan tinggi.

 

//Kurikulum Cinta

Di tengah arus modernisasi, Kemenag memperkenalkan pendekatan yang tampak sederhana tetapi memiliki makna mendalam: Kurikulum Berbasis Cinta. Dalam berbagai kebijakan Ditjen Pendidikan Islam tahun 2025, konsep ini dijabarkan melalui apa yang disebut sebagai Panca Cinta -- cinta kepada Tuhan, ilmu pengetahuan, lingkungan, sesama manusia, dan tanah air.

 

Pendekatan ini menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada capaian kognitif. Ia harus membentuk manusia yang utuh -- berilmu, berakhlak, dan memiliki kepedulian sosial.

 

Dalam konteks global yang semakin kompetitif, pendekatan ini justru menjadi relevan. Dunia tidak hanya membutuhkan manusia cerdas, tetapi juga manusia yang memiliki empati dan tanggung jawab sosial. Namun, tantangan terbesar terletak pada implementasi. Konsep cinta harus diterjemahkan dalam praktik pedagogik yang konkret. Tanpa itu, ia berisiko menjadi jargon tanpa makna operasional.

 

//Zaman Digital

Transformasi pendidikan tidak bisa dilepaskan dari digitalisasi. Kemenag menyadari hal ini dengan mendorong penguatan literasi digital di madrasah, termasuk melalui pengenalan coding dan kecerdasan buatan dalam kurikulum.

 

Langkah ini merupakan respons terhadap perubahan besar dalam dunia pendidikan global. Teknologi tidak lagi menjadi pelengkap, tetapi menjadi bagian integral dari proses pembelajaran.

 

Namun, digitalisasi tidak boleh dipahami secara sempit sebagai penggunaan perangkat teknologi. Ia harus diiringi dengan perubahan cara berpikir—bagaimana teknologi digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, bukan sekadar menggantikan metode lama. Di sinilah pentingnya keseimbangan antara modernitas dan nilai. Pendidikan Islam harus mampu memanfaatkan teknologi tanpa kehilangan orientasi etisnya.

Tags :
Kategori :

Terkait