Soal Teknologi Pascapanen
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menilai kenaikan harga cabai rawit merah menjelang Ramadan 2026 merupakan inflasi musiman yang berulang.
Harga cabai rawit merah yang dalam sepekan terakhir masih berada di kisaran Rp 80.000 per kilogram di sejumlah pasar tradisional, setelah sebelumnya sempat menembus Rp 90.000–Rp 100.000 per kilogram. “Kenaikan harga cabai dan kebutuhan pangan sebenarnya merupakan seasonal inflationcyang biasanya terjadi saat Ramadan dan Lebaran, ditambah pengaruh cuaca,” kata Esther dikutip kemarin.
Dia menjelaskan pola kenaikan harga cabai hampir selalu terjadi setiap tahun, terutama ketika curah hujan tinggi yang menghambat panen, sehingga pasokan ke pasar tidak optimal. “Pemerintah dan pasar seharusnya bisa memprediksi dan merespons kenaikan harga ini karena sudah terjadi berulang kali,” ujarnya.
Esther menekankan pentingnya pengembangan teknologi pascapanen untuk menjaga kualitas dan daya simpan cabai, sehingga pasokan tidak hanya bergantung pada musim panen. “Teknologi pascapanen perlu digunakan agar cabai lebih awet dan pasokan tetap tersedia kapan pun,” ujar dia.
Dia mencontohkan praktik di sejumlah negara yang mampu menjaga stabilitas pasokan dan harga melalui pengelolaan pascapanen. Salah satunya di Belanda, petani apel dapat menyimpan hasil panen lebih lama dengan teknologi pengawetan sehingga komoditas dapat dijual sepanjang tahun. “Harganya tidak anjlok saat panen. Pada saat tidak musim panen, masyarakat juga masih bisa menemukan apel dengan harga standar di supermarket,” ucap Esther.
Esther mengaku, kebijakan pengendalian harga melalui penetapan harga batas bawah (floor price) maupun batas atas (ceiling price) berpotensi tidak efektif jika tidak dibarengi dengan jaminan pasokan yang memadai di pasar. “Data historis menunjukkan hal itu justru berpotensi membuat barang menghilang dari pasar,” tuturnya.
Dia menilai langkah yang lebih efektif adalah memperkuat operasi pasar dengan menambah pasokan langsung ke pasar-pasar utama, terutama menjelang periode permintaan tinggi seperti Ramadan dan Idulfitri.(ant)