Misbar Ingin Mengajar Lagi

Misbar Ingin Mengajar Lagi

Jumat 23 Jan 2026 - 20:27 WIB
Reporter : Admin
Editor : Budi Rahmad

 

“Jangan dipotong rambut saya, pak!”

Siswa berambut coklat itu memohon kepada Misbar dengan menyatukan kedua telapak tangannya di depan dada.

“saya takut nanti orang tua saya marah.”

 

Siswa itu terus membujuk Misbar, kali ini ia mengutarakan alasannya.

Rambut siswa itu memang terlihat nyentrik. Tampaknya ia mengeluarkan banyak biaya untuk menciptakan gaya rambut seperti itu. Hal itu tentu tidak masalah baginya, karena siswa itu tergolong dari keluarga yang super tajir, sehingga ia mampu melakukan itu. Dan informasinya keluarga siswa tersebut termasuk donator tetap sekolah tempat Misbar mengajar. 

 

Namun, Misbar tidak memedulikan semua itu, lagi pula ia harus berlaku adil. Ia harus menerapkan peraturan sekolah kepada semua orang tanpa pandang bulu, tanpa melihat keluarga, dan tanpa alasan apa pun.

 

***

 

Sehari setelah kejadian pemotongan rambut oleh Misbar terhadap anak didiknya. Misbar mendapatkan sebuah pesan lewat whatsapp dari sekolah tempatnya mengajar. Sebuah pesan yang tidak pernah dibayangkan oleh Misbar. Sebuah pesan yang menentukan masa depannya. Pesan singkat yang mungkin saja menjadi penyesalan Misbar ketika membukanya.

 

“Assalamu’alaikum, Bapak Misbar Al Hadi. Dengan penuh hormat kami sampaikan, bahwa terhitung hari ini, Bapak bukan lagi sebagai tenaga pengajar di SMA Punya Pribadi dan segala fasilitas serta tunjangan akan disetop. Demikian informasi ini disampaikan. Terima Kasih.”

 

Tags :
Kategori :

Terkait