Kesunyian yang tak pernah memberikan kesempatan untuk persiapan
Ia menjejalkan racun di mulutku yang kosong dan perut yang lapar,
Menyumbat kata-kata hingga aksara menjadi sukar untuk dieja
Dan puisi tak lagi bisa dikonsumsi
Perantara
Selalu ada tanya tentang apa sebenarnya yang dirimu inginkan
setelah menyelesaikan sebuah darma
Bukankah, sejatinya dirimu hanya butuh tempat berpijak, lalu langit akan setia menaungi?
Maka, bila dirimu menerka ngeri pada pokok tua berdahan rimbun di tepi pertigaan desa,
Kau salah arti
Dirimu hanya menentang sepi,
Resapi kemudian temui lagi ngeri berupa energi tak terkendali itu
Jagan sampai ia membakar nalarmu, hingga mematikan sanubarimu
Kategori :