SANG PRIA DAN ASANYA

SANG PRIA DAN ASANYA

Jumat 26 Sep 2025 - 19:50 WIB
Reporter : Admin
Editor : Budi Rahmad

 

“Bulan depan aku akan kembali menemuimu, jemput aku lagi di pelabuhan ini ya!” ucap si wanita sambil melambaikan tangannya kepada si pria. Kata-kata wanita itu selalu terngiang di telinga pria itu. Kata-kata itulah yang selalu menjadi penyemangatnya untuk terus berharap. 

 

*****

 

Tiba-tiba lamunan pria itu terganggu, setelah ada seorang petugas pelabuhan menegurnya. Sang petugas mengatakan bahwa pelabuhan sudah sepi dan tidak akan ada kapal lagi yang datang hari itu. Dan petugas itu juga mengingatkan bahwa sudah satu minggu ini si pria datang ke pelabuhan tanpa ada yang ditemui atau diajak pulang.

 

“Sudah satu minggu ini, saya perhatikan kamu selalu datang ke pelabuhan ini, tapi tidak ada yang kamu antar atau kamu jemput. Lalu apa yang kamu lakukan sebetulnya?” 

 

Pertanyaan petugas itu tidak digubris oleh pria itu. Dia hanya berjalan menuju pintu keluar pelabuhan meninggalkan petugas itu yang masih bingung dan penasaran.

 

Pria itu baru sadar bahwa sudah satu minggu dia selalu bolak-balik pergi ke pelabuhan Boom Baru ini. Pelabuhan cintanya dengan wanita dari pulau seberang. Wanita yang memberikannya harapan. Wanita yang memberikannya gairah untuk hidup. Wanita yang selalu ada dalam hatinya. Wanita yang berjanji untuk kembali menemuinya. 

 

Pelabuhan ini juga menjadi saksi kesetiaan si pria dalam menunggu cintanya. Namun, ia sekarang tidak tahu, apakah wanita yang merupakan cinta pertamanya itu akan datang memenuhi janjinya. Atau ia yang terlalu berharap banyak terhadap wanita itu. Yang pasti ia akan tetap setia menanti kedatangan wanita itu. Ia akan tetap menunggu cinta sejatinya di pelabuhan yang penuh dengan cinta dan kenangan ini. 

Pria itu tidak peduli berapa lama lagi ia akan menunggu. Yang pasti asa nya tetap ada untuk bertemu dengan wanita itu.**

Syabaharza nama pena dari Syamsul Bahri. Ia lahir di desa Pelabuhan Dalam Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir Sumetera Selatan. Anak dari A. Rusik dan Zainabah, nama orang tuanya sering disingkat Arza. Putra asli Pemulutan ini sekarang tinggal di Desa Keposang Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penulis yang mempunyai motto “Pantang Menyerah Sebelum Dicoba” ini mempunyai istri bernama Jumiati dan tiga orang putra-putri. Yaitu Nabilatul Azkiyah, Rifqi Zulfahmi, dan Syakira Khoirunnisa. Ia berharap karyanya ini bisa bermanfaat untuk orang banyak dan ia juga berharap bisa menelurkan karya-karya lagi. Untuk diskusi dengan penulis, dapat melalui email: syamsulpemulutan81@gmail.com. 

Tags :
Kategori :

Terkait