Pertemuan tidak sengaja itupun menimbulkan benih-benih cinta antara keduanya. Istilah pepatah “cinta pada pandangan pertama†tampaknya menyerang sang pria dan sang wanita. Sehingga saat pandangan pertama itu keduanya sudah akrab.
Kisah cinta keduanya pun terus berlanjut. Selama sang wanita mendapat tugas di kota yang terkenal dengan ikon jembatan Ampera itu, sang pria selalu menemani dan mengantarnya. Keintiman keduanya terus bersemi, bagai bunga yang tersiram hujan setiap hari. Namun keakraban dan kemesraan mereka itu belum memiliki status yang pasti. Mereka hanya sebatas rekanan bisnis saja. Karena selama kedekatan keduanya tidak pernah ada ucapan yang mengarah kepada hubungan serius. Namun keduanya tidak perduli dengan status mereka. Yang penting bagi mereka bisa terus bersama sudah sangat bahagia.
*****
Namun, ada pertemuan ada pula perpisahan. Tanpa terasa waktu tugas sang wanita sudah habis. Satu bulan waktu tugas wanita itu dirasakan oleh si pria bagaikan satu minggu. Begitu cepat berlalu. Dan tibalah waktunya sang wanita kembali lagi ke pulau seberang. Kesedihan mulai terasa di antara keduanya. Apalagi bagi si pria perpisahan itu sungguh suatu pukulan yang berat. Tapi, dia harus berbesar hati dan harus rela melepas si wanita untuk kembali ke kampung halamannya.
Saat yang ditakutkan pria itu akhirnya tiba. Pagi itu dia harus mengantar kembali sang wanita ke pelabuhan yang mempertemukan mereka. Kebetulan si pria juga yang ditugaskan untuk mengantar si wanita. Pelabuhan itu sudah sarat dengan manusia dengan tujuan mengantar keluarga atau orang yang dicintainya. Ekpres Bahari 8 sudah standby di tempatnya.
Biasanya kapal cepat itu akan berangkat pukul 7.30. Hari itu si pria sengaja mengantar si wanita pagi-pagi sekali, agar ia memiliki waktu untuk berduaan sebelum si wanita masuk kapal.
Namun derasnya kekuasaan waktu tidak bisa dibendung. Waktu pagi itu terasa begitu cepat bagi si pria dan si wanita. Tidak terasa saat masuk ke kapal sudah tiba. Saat-saat menyedihkan semakin dekat. Si pria tampak memegang tangan si wanita dan menatap dengan pandangan penuh cinta. Tanpa terasa butir-butir air keluar dari kedua mata si pria. Melihat hal itu si wanita pun ikut menangis.
Dalam suasana syahdu itu si wanita berjanji akan kembali lagi bulan depan dan akan menemui si pria. Mendengar itu si pria menyunggingkan bibirnya dan melepas genggaman tangannya sembari melepas juga kepergian si wanita. Sambil melambaikan tangan si pria berjanji akan menunggu si wanita bulan depan di pelabuhan ini.