1) Akhiri Kutukan
Kemenangan atas China di GBK menjadi yang perdana setelah kali terakhir diraih pada 20 Februari 1987 atau 38 tahun silam. Kala itu, timnas Indonesia tampil gemilang di ajang Piala Raja di Thailand dan menekuk China dengan skor meyakinkan 3-1. Sesudah itu, skuad merah putih selalu kesulitan menghadapi negeri tirai bambu. Berdasarkan data 11 V11, kedua kesebelasan telah bertemu sebanyak 19 kali di berbagai ajang. Hasilnya, China tetap mendominasi dengan 12 kemenangan. Adapun tim Garuda baru mengoleksi empat kemenangan dan tiga laga sisanya berakhir seri.
2. Debut Pemain
Berhadapan dengan China menjadi laga spesial untuk bagi Emil Audero Mulyadi dan Beckham Putra. Keduanya mendapatkan debut usai sempat diragukan sebelumnya. Emil Laudero dianggap masih kalah berkualitas dengan Martin Paes, sedangkan Beckham Putra dinilai tak layak untuk masuk skuad Garuda. Akan tetapi, keduanya berhasil menjawab kepercayaan Patrick Kluivert hingga berujung tiga poin bagi tim merah putih.
3. Jago Kandang
Tiga poin yang berhasil didapatkan di GBK menegaskan bahwa timnas Indonesia sebagai tim jago kandang pada kualifikasi kali ini. Dari lima laga yang sudah dimainkan, tiga di antaranya berakhir dengan kemenangan sekali imbang dan kalah. Dua hasil positif didapat ketika tim Garuda menjamu Arab Saudi dengan skor 2-0, Bahrain 1-0 dan menahan Australia 0-0. Adapun satu-satunya kekalahan terjadi ketika jumpa dengan Jepang 0-4. Kemenangan ini juga didukung atmosfer di GBK yang selalu bergemuruh lus intimidatif untuk tim tamu. Di mana, salah satu kelompok suporter tim Garuda, yaitu La Grande Indonesia tidak pernah gagal untuk menyajikan aksi koreografi yang epik dan ciamik setiap tim berlaga. Akan tetapi, anak asuh Patrick Kluivert ini ajib meningkatkan mental tandang untuk menatap laga kontra dengan Jepang dan ronde 4 yang berlangsung pada 10 Juni 2025 mendatang.
Ke Jepang Dikawal Suporter
Usai berhasil menyingkirkan Cina, skuad Garuda langsung bergegas menyiapkan laga kontra Jepang. Walau sudah dipastikan lolos ke ronde 4 kualifikasi, kemenangan tersebut menjadi hal positif untuk mendongkrak mental para pemain dan ranking FIFA Timnas Indonesia. Sebagaimana diketahui, laga menghadapi Jepang akan berlangsung pada Selasa, 10 Juni 2025 mendatang pukul 17.35 WIB.
Jay Idzes akan bertolak ke negeri Sakura pada Sabtu siang menggunakan pesawat karter.
Pesawat sewaan ini dipilih untuk memberikan kenyamanan dan demi menjaga kebugaran para penggawa Garuda. Kini, skuad asuhan Patrick Kluivert bergegas mengalihkan fokusnya untuk menghadapi Jepang.
Sedangkan, suporter Garuda juga dipastikan turut mengawal perjuangan tim merah putih di Negeri Sakura. Dukungan tak pernah lelah ditunjukkan oleh pecinta sepak bola tanah air, mengingat tim merah putih perlahan namun pasti berhasil mencetak sejarah baru. Hal itu terbukti bagaimana bandara maupun hotel tidak pernah sepi ketika kedatangan Kevin Diks dan kawan-kawan.
Fakta tersebut juga hampir dipastikan terjadi ketika skuad Garuda akan terbang ke Jepang. Meski sudah tidak berpengaruh pada posisi klasmen, laga kontra Jepang akan menjadi krusial dan kebanggaan tersendiri untuk para pemain. Taktik, kejutan serta pemilihan pemain yang dipercaya pun turut dinanti oleh Garuda fans.
Terlebih para pemain lokal kini mendapatkan kesempatan lebih untuk menunjukkan kualitas terbaiknya.
Kedatangan Miliano Jonathans
Miliano Jonathan akan datang sebagai solusi di ronde empat kualifikasi. Ketajaman Ole Romeny sebagai ujung tombak skuad Garuda telah terbukti dari tiga gol yang telah ia cetak.
Akan tetapi, skuad Garuda masih membutuhkan sosok pesaing guna menambah warna baru di sektor lini serang. Seperti yang diketahui, absennya Marcelino dan Ragnar oratmangoen di laga kontra China cukup bisa digantikan oleh sosok Ricky Kambuaya dan Egi Maulana Fikri.