Terlanjur perahu boleh diundur, terlanjur kata buruk padahnya. Ucapan atau keputusan yang salah tak akan bisa ditarik lagi. Tak puas bagian dada, ayah mencakar sendiri bagian perutnya tiga titik. Lengkap sudah penampakan ayah dengan senjata petarung mirip karakter Billy Lo di film legendaris itu.
Seketika ayah bertarung dengan para musuh dengan menggunakan obeng dan tang. Tak puas dengan akting itu, ayah mengambil jaket kuning untuk menghadapi musuh terkuat dalam perasaannya, dialah anggota dewan baru bernama Bunda.
“Memang pekerjaan sebagai dosen sangat menyesakkan ketika tunjangannya belum cair.” Kali ini kekek menarik godaan pada ayah. Apa ada efek efisiensi itu bagi kami? bisa jadi akan jadi korban dengan pemotongan uang saku harian. Ayah bisa jadi akan menerapkan efisiensi anggaran di rumah.
“Jangan besar pasak daripada tiang,” ujar kakek.
Bagi dosen seperti beliau uang yang didapat dari negara adalah jantung. Tapi dengan isu-isu beberapa peluang untuk dapat uang lebih dari pekerjaan seperti diujung tanduk. Maka saat pulang kerja, ayah semakin sibuk dengan servis mobil untuk menutupi kekurangan kebutuhan sekolah kami. Dunia bagi ayah bagai benang tipis yang harus sanggup menahan seribu badai.
Ayah mendapati kopi hangatnya semakin dingin dan terasa tak manis. Pertama, yang ayah harus membuat kopi sendiri. Kedua, takaran lelaki galau kadang membuat kopi di gelas semakin asin. Tapi yang namanya kopi, ia tak pernah punya perasaan.
Justru kadang kaum lelaki galau semacam ayah harus berterima kasih pada kopi yang dihirup. Karena kopi-kopi itulah yang meredakan resah, penghibur, dan penat kaum lelaki di saat negara ini memasuki era malam alias gelap. Bagai menelan empedu, tak enak rasanya hidup menanggung kepahitan hidup dalam diam.
Kakek tahu persis dengan kondisi mental ayah yang sedikit galau atau bahkan terguncang karena kesuksesan bunda sebagai politikus. Kakek menyelidiki sekitar mobil kijang klasik yang sedang diperbaiki ayah. Langkahnya harus tegak dan ringan di atas tanah yang retak. Jika satu goyah, maka segalanya akan runtuh.