Pengalok dan Penyerurok
Rusmin Sopian.-dok-
Oleh Rusmin Sopian
Penulis yang tinggal di Toboali
"Setiap manusia berhak atas kesopanan dan pertimbangan. Kritik yang membangun tidak hanya diharapkan, tetapi juga dicari." ( Margaret Chase Smith )
Budayawan Seno Gumira Ajidarma, mengatakan bahwa dunia bertambah sempurna dengan adanya sikap kritis. Oleh karena itu berlaku diktum bahwa kritik sangat diperlukan demi kemajuan sebuah zaman dan untuk kebaikan bersama. Lenyapnya tukang kritik atau pengkritik lanjut budayawan ini, merupakan awal lahirnya sebuah ketertindasan baru.
Tak heran, ketika pengkritik dibungkam, maka demokrasi akan menemui ajalnya. Matinya tukang kritik melahirkan pemerintahan yang tirani dan otoriter. Hadirnya pengkritik menjadi pilar sebuah pemerintahan yang demokratis.
Fungsi preventif kritik adalah mengingatkan agar segala kemungkinan negatif tak terjadi dan harus diantisipasi. Sementara fungsi kuratif kritik bertujuan memperbaiki atau mereparasi kesalahan atau menormalkan situasi.
Seorang pemimpin yang rasional, akan selalu melihat kritik dari dua fungsi tadi. Bila tidak, maka sang pengemban amanah rakyat atau pemimpin akan sangat mudah sekali tersinggung.
Plato dalam konsep philosopher king menjelaskan bahwa kualitas utama seorang pemimpin bukan sekadar kekuasaan atau popularitas, tetapi kebijaksanaan, pengendalian diri, dan kemampuan menempatkan kepentingan umum di atas ego pribadi.