Ini Strategi Menkeu Purbaya
Purbaya Yudhi Sadewa-screnshot-
SINKRONISASI kebijakan fiskal dan moneter dinilai mampu mengembalikan kepercayaan pasar terhadap perekonomian nasional.
------------
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan sinkronisasi tersebut juga otomatis mendorong penguatan rupiah terhadap dolar AS.
"Itu faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas, baik di tingkat makro maupun mikro," ujar Purbaya di Gedung DPR.
Purbaya menjelaskan sinkronisasi itu adalah peningkatan daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik. Itu dilakukan untuk mendorong kembali masuknya aliran modal asing (inflow), serta menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang, dan sektor perbankan. Caranya melalui pengelolaan kas pemerintah yang tetap ditempatkan di Bank Indonesia, disertai peningkatan remunerasi yang dibayarkan BI kepada pemerintah.
“Sinergi penuh itu harusnya akan mengembalikan kepercayaan pasar ke nilai tukar rupiah, sehingga rupiah akan meningkat secara signifikan tidak akan melemah lagi ke level yang lebih tinggi dari sekarang,” kata Purbaya.
Purbaya menegaskan tujuan utama dari penguatan koordinasi kebijakan tersebut bukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Tetapi, memastikan dampak positifnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Purbaya mencontohkan pelemahan rupiah selama ini turut menekan pelaku usaha kecil yang masih bergantung pada bahan baku impor. Kondisi tersebut menyebabkan biaya produksi meningkat dan pada akhirnya berdampak pada harga jual produk di tingkat konsumen.
"Saya dengar penjual tempe, penjual tahu sudah tergerus keuntungannya atau terpaksa menaikkan harga karena bahan bakunya masih diimpor. Yang jelas itu kan menaikkan cost of production mereka,” ujarnya.
Purbaya optimistis, dengan kebijakan yang lebih terkoordinasi dan efektif, stabilitas nilai tukar rupiah akan makin terjaga. Dampaknya, tekanan biaya produksi dapat berkurang sehingga harga berbagai kebutuhan masyarakat menjadi lebih terkendali.
“Dengan nanti kebijakan lebih bagus itu kami akan melihat rupiah yang lebih stabil sehingga para pedagang tahu tempe dan ibu-ibu rumah tangga juga bisa merasakan harga yang lebih baik, dan tidak terbebani lagi beban hidupnya. Tidak mengalami kenaikan beban hidup yang terlalu signifikan,” tutur Purbaya.***