Hardiknas dan Krisis Makna Pendidikan
Izcha Pricispa.-Dok Pribadi-
Oleh Izcha Pricispa
Mahasiswa Magister Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang
SETIAP tanggal 2 Mei ditetapkan sebagai tanggal merah di kalender dan sekolah-sekolah pun turut diliburkan , hal tersebut semata-mata untuk memperingati hari pendidikan nasional. Pada hari itu, banyak seremoni hingga unggahan yang penuh semangat di media sosial. Tetapi ternyata di balik itu semua kita bukan hanya merayakan kemajuan pendidikan melainkan turut mengulang tradisi tanpa adanya makna yang reflektif.
Sejatinya, pendidikan tidak hanya tentang angka kelulusan, peringkat atau bahkan sebuah capaian administratif lainnya. Pendidikan merupakan proses panjang yang dapat membentuk manusia baik secara intelektual maupun sosial. Sangat disayangkan, ketika dalam realitas menunjukkan bahwa pendidikan di Indonesia masih acapkali terjebak pada orientasi formalistik.
Artinya, sekolah itu dijadikan sebagai ruang untuk mengejar nilai, bukan untuk ruang yang akan membangun pemahaman. Di sekolah sendiri, guru dibebani dengan target kurikulum, sedangkan siswa-siswanya cukup tertekan oleh tuntutan hasil, bukan proses belajar.
Hari pendidikan ini seharusnya menjadi momentum ruang untuk evaluasi kita bersama. Jujur saja bahwa kita masih melihat banyak sekali persoalan yang sampai saat ini masih belum terselesaikan. Ketimpangan akses pendidikan antar daerah itu masih nyata adanya dan sistem pembelajaran juga belum sepenuhnya mampu menjawab tantangan zaman, ditambah lagi dengan MBG yang masuk pada pos anggaran pendidikan. Maka dari itu, perubahan kebijakan yang bergantian juga acapkali membuat arah pendidikan yang ada di Indonesia ini menjadi inkonsisten.
Jika dipertanyakan lebih jauh, untuk apa pendidikan itu diselenggarakan? Apakah untuk membentuk manusia yang mempunyai pemikiran yang kritis atau hanya untuk mencetak tenaga kerja saja? Apabila pendidikan hanya diarahkan pada kepentingan ekonomi semata, maka hal ini akan berisiko pada hilangnya esensi kemanusiaannya. Refleksi seperti ini sangat diperlukan untuk menyentuh peran bagi semua pihak.