BI: Keyakinan Konsumen Babel Meningkat
BI: Keyakinan Konsumen Babel Meningkat.-screenshot-
Didorong Omzet Usaha dan Program MBG
PANGKALPINANG – Optimisme masyarakat Kepulauan Bangka Belitung terhadap kondisi ekonomi daerah terus menguat hingga bulan April 2026.
Hal ini terungkap dalam hasil Survei Konsumen yang dirilis oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) berada di angka 125,92. Angka ini menempati kategori optimis, yakni di atas ambang batas 100, dan bahkan lebih tinggi dibandingkan angka nasional yang tercatat sebesar 123.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy, menjelaskan bahwa peningkatan keyakinan ini utamanya didorong oleh persepsi positif masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini, disertai harapan yang tetap kokoh terhadap prospek ekonomi enam bulan ke depan.
“Peningkatan Indeks Keyakinan Konsumen pada April 2026 bersumber dari membaiknya Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini, sementara Indeks Ekspektasi Konsumen tetap berada dalam posisi yang sangat solid. Hal ini menunjukkan masyarakat makin merasakan perbaikan ekonomi secara nyata di tengah-tengah mereka,” ungkap Rommy S. Tamawiwy di Pangkalpinang, baru baru ini.
Lebih rinci, Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) tercatat naik menjadi 127,83 pada April 2026, lebih tinggi dibanding capaian bulan sebelumnya yang sebesar 120. Indeks ini mencerminkan penilaian masyarakat terhadap tiga hal utama, yaitu penghasilan, ketersediaan lapangan kerja, dan kemampuan membeli barang tahan lama. Berdasarkan data survei, sekitar 33 persen responden menilai penghasilan mereka saat ini lebih baik dibanding enam bulan lalu.
Sebanyak 37,3 persen dari jumlah tersebut menyatakan kenaikan penghasilan ini terutama didorong oleh meningkatnya omzet usaha yang mereka jalankan. Perbaikan kondisi ekonomi juga terlihat dari meningkatnya daya beli masyarakat terhadap barang tahan lama.
Sebanyak 33 persen responden mengaku konsumsinya bertambah, dan 63,5 persen lainnya menyatakan kondisinya relatif stabil. Barang elektronik menjadi jenis barang yang paling banyak dibeli, yang disebutkan oleh 34,8 persen responden.
Sementara itu, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang menggambarkan pandangan masyarakat terhadap ekonomi enam bulan ke depan masih berada di level optimis, yakni sebesar 124. Meskipun sedikit melunak dibanding capaian Maret 2026 sebesar 127,3, angka ini tetap mencerminkan kepercayaan masyarakat yang kuat terhadap masa depan ekonomi daerah. Sebanyak 38,5 persen responden memperkirakan kegiatan usaha akan terus tumbuh dalam enam bulan mendatang, sedangkan 45,5 persen lainnya memperkirakan kondisinya tetap stabil.
Menariknya, 33,8 persen responden meyakini peningkatan usaha ini didorong oleh adanya proyek dan program pemerintah, khususnya pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Keyakinan ini juga terlihat dari harapan akan tersedianya lapangan kerja baru. Sebanyak 31,5 persen responden memperkirakan lapangan pekerjaan akan bertambah, didasari keyakinan bahwa pertumbuhan ekonomi ke depan akan bergerak ke arah yang lebih positif.
Meski demikian, Rommy mengingatkan bahwa perbaikan ekonomi ini masih menghadapi tantangan. Sebagian responden menilai potensi kenaikan harga barang kebutuhan masih menjadi perhatian, yang dipicu oleh tingginya biaya bahan baku. “Secara keseluruhan, optimisme masyarakat terhadap ekonomi Bangka Belitung sangat terjaga. Namun, kita tetap harus waspada terhadap potensi kenaikan harga yang dipengaruhi biaya produksi. Sinergi antarinstansi terus diperkuat agar pertumbuhan ekonomi ini bisa dinikmati secara merata dan berkelanjutan,” pungkas Rommy S. Tamawiwy. (pas)