Warga Kuba Siap Perang Lawan AS
Ilustrasi-screnshot-
NAH, beda negara beda sikap. Warga Kuba siaga perang melawan Amerika Serikat (AS).
----------------
INI gara-gara tekanan intensif yang dilancarkan Washington terhadap Kuba yang semakin dirasakan oleh warga dalam kehidupan sehari-hari. AS masih blokade minyak kepada Kuba, sehingga pemadaman listrik massal terjadi beberapa kali sehari, merembet hingga ke area perkantoran.
Krisis ekonomi yang kian parah membuat pasokan bahan bakar untuk generator gedung habis, bahkan barang kebutuhan dasar seperti kertas toilet di fasilitas umum pun tidak lagi tersedia.
Di tengah keterbatasan ini, instruksi dari otoritas tertinggi mulai turun ke seluruh gedung perkantoran milik negara di Havana.
Susun Rencana Darurat
Dikutip dari CNN, Sabtu (16/5/2026), pengelola gedung diwajibkan menyusun rencana darurat mengantisipasi serangan militer AS. Meski pemerintahan Donald Trump belum mengumumkan rencana operasi militer secara resmi, atmosfer kesiapsiagaan telah menyelimuti Kuba.
Bagi warga Kuba yang telah lama hidup berdampingan dengan bayang-bayang ancaman militer AS, situasi ini kerap dijadikan kelakar getir melalui ungkapan "cuando vienen los americanos" (ketika orang Amerika datang). Ini merupakan sebuah sarkasme atas menumpuknya persoalan domestik yang tak kunjung usai.
Kepala CIA ke Havana
Kunjungan Direktur CIA John Ratcliffe ke Havana minggu ini menggunakan pesawat bertuliskan "Amerika Serikat" sangat mengejutkan banyak warga Kuba. Hal ini sekaligus menjadi tanda paling jelas bahwa ketegangan telah mencapai titik kritis. Bagi pemerintah Kuba, CIA merupakan representasi entitas paling dihindari mengingat rekam jejak badan intelijen tersebut pada era 1960-an yang merancang berbagai upaya pembunuhan terhadap Fidel Castro.
Berdasarkan dokumentasi foto yang dirilis, jajaran petinggi intelijen Kuba menyambut delegasi AS dalam sebuah pertemuan tertutup dengan pengamanan identitas yang ketat bagi para petugas intelijen AS.
“Ini adalah puncak ironi sejarah,” kata Peter Kornbluh, salah satu penulis buku Back Channel to Cuba: The Hidden History of Negotiations Between Washington and Havana.
“Misi Ratcliffe adalah menjadikan Kuba sebagai tawaran 'hidup atau mati' yang tampaknya tidak bisa ditolak. Para ilmuwan politik menyebut ini sebagai 'diplomasi penyerahan diri',” sambungnya.
Pihak Kuba menyatakan telah memaparkan bukti bahwa wilayah mereka sama sekali tidak menimbulkan ancaman bagi keamanan AS. Penjelasan ini ditujukan untuk menggugat dasar hukum blokade minyak yang dijatuhkan pemerintahan Trump.