Awas! Waspada Gejala Hantavirus!
Ilustrasi-screnshot-
OTORITAS kesehatan Amerika Serikat mulai melakukan langkah darurat menyusul wabah hantavirus mematikan yang menyerang penumpang kapal pesiar MV Hondius.
----------------
SEJUMLAH warga Amerika yang berada di kapal tersebut kini menjalani proses karantina ketat setelah dievakuasi dari Spanyol. Sebanyak 18 warga Amerika diketahui turun dari kapal MV Hondius saat kapal itu tiba di Tenerife, Spanyol, Minggu, 10 Mei 2026.
Berdasarkan keterangan Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS, mereka kemudian diterbangkan kembali ke Amerika Serikat menggunakan penerbangan repatriasi khusus. Setelah tiba di AS, para penumpang akan menjalani pemeriksaan lanjutan di pangkalan Angkatan Udara sebelum dipindahkan ke Unit Karantina Nasional di University of Nebraska Medical Center.
Dari total warga Amerika tersebut, dua orang diduga terpapar virus. Satu penumpang dilaporkan telah dinyatakan positif, sementara satu lainnya mengalami gejala ringan yang mengarah pada infeksi hantavirus. Wabah ini menjadi perhatian internasional karena telah menyebabkan sedikitnya sembilan orang jatuh sakit dan tiga di antaranya meninggal dunia.
Virus yang menjadi pusat wabah diketahui merupakan strain Andes hantavirus, jenis virus langka yang diyakini dapat menular antarmanusia. Menurut World Health Organization (WHO), virus ini berbeda dengan sebagian besar hantavirus lain yang umumnya menyebar melalui kontak dengan urin, feses, atau air liur hewan pengerat.
Apa Itu Masa Inkubasi Hantavirus?
Dalam dunia medis, masa inkubasi adalah rentang waktu sejak seseorang terpapar virus hingga munculnya gejala pertama. Pengetahuan mengenai masa inkubasi sangat penting untuk membantu dokter dan petugas kesehatan menentukan durasi pemantauan terhadap seseorang yang berisiko terinfeksi.
Kasus hantavirus dinilai lebih rumit dibanding penyakit umum seperti influenza karena jumlah kasusnya relatif sedikit dan penelitian terkait virus Andes masih terbatas, terutama di Amerika Serikat. Menurut Centers for Disease Control and Prevention, hantavirus memiliki masa inkubasi cukup panjang, yakni antara satu hingga delapan minggu.
Gejala sindrom paru hantavirus atau HPS biasanya muncul dalam rentang satu hingga delapan minggu setelah paparan. Sementara itu, gejala demam berdarah dengan sindrom ginjal dapat muncul dalam satu hingga dua minggu, meski pada kasus tertentu bisa mencapai delapan minggu.
Ahli penyakit menular dari Stony Brook Medicine, Luis Marcos, menjelaskan bahwa para ilmuwan saat ini masih mengandalkan studi wabah skala kecil untuk memahami pola penyebaran virus Andes. Sementara itu, pejabat epidemiologi WHO, Olivier Le Polan, menyebut sebagian besar pasien diperkirakan menunjukkan gejala dalam tiga minggu setelah terpapar virus.
“Masa inkubasi yang panjang membuat kemungkinan munculnya kasus baru masih dapat terjadi dalam beberapa hari hingga minggu mendatang,” ujarnya.
Risiko Penularan Masih Dipantau
Para ahli menyebut seseorang umumnya mulai menularkan virus setelah mengalami gejala. Akan tetapi, karena kasus virus Andes di Amerika masih sangat jarang, penelitian terkait tingkat penularannya masih terus berlangsung.