Menanti Janji Gubernur dan Wako
Menanti Janji Gubernur dan Wako.-Tim-
Tata Ulang Kawasan Pesisir Ketapang
PANGKALPINANG - Gubernur Bangka Belitung, Hidayat Arsani didampingi Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin melaksanakan kegiatan Bakti Sosial Pembagian Sembako dan Aksi Penanaman Mangrove Kegiatan Perkumpulan Giok Bangka yang berlangsung di Kawasan Pesisir Pantai ( Depan Rusunawa) Ketapang, Sabtu (04/04/2026).
Dalam aksi ini Gubernur Hidayat Arsani menyerahkan sebanyak 200 paket sembako dengan isi beras 5 kilogram, gula, gandum, kopi dan biskuit. Selain paket sembako dalam kesempatan ini juga diserahkan kursi roda dan tongkat serta 200 bibit mangrove.
Dalam sambutannya, Gubernur Babel Hidayat Arsani bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menanam mangrove untuk reklamasi kawasan pesisir sekaligus memberi contoh semangat dan pentignya fungsi penghijauan.
Ia mendorong Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk menata kembali kawasan pesisir Ketapang Pangkalpinang ini agar tidak semakin semerawut atau kumuh. "Semoga rencana ini bisa terealisasi dengan baik, apalagi ini juga daerah rawan banjir maka saya tadi minta pak wali melakukan tata ulang melalui PUPRnya membuat master plannya dan ini akan segera kita ajukan ke pusat," tambahnya.
Wali Kota Pangkalpinang , Prof. Saparudin juga menyambut baik atas dilaksanakannya kegiatan ini oleh Komunitas Giok Bangka. Acara ini juga dihadiri langsung oleh Gubernur Babel , Hidayat Arsani yang sekaligus melaksanakan aksi penyerahan 200 paket sembako serta 500 bibit pohon bakau.
"Memang tadi sekalian kita meninjau kawasan pesisir Ketapang Pangkalpinang ini supaya bisa kita tata ulang termasuk untuk penanganan banjir, sehingga inilah yang kita usulkan ke pemerintah pusat untuk membangun bendungan karet, semoga tahun ini kalau bisa kita dapat perencanaanya maka tahun depan kita sudah bisa lanjut eksekusi," tambah Prof . Udin.
Sementara itu, Ketua Panitia Ellen juga mengucapkan terimakasih atas dukungan yamg diberikan oleh Gubernur Babel, Hidayat Arsani dan Wali Kota Pangkalpinang. Ia menyebut bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun Komunitas Giok Bangka yang ke- 10 tahun. "Sekaligus ini merupakan bentuk silaturahmi antar warga thionghoa yang tinggal diperantauan dalam dan luar negeri dan kembali berkumpul di moment perayaan chengbeng 2026 di Bangka Belitung sekaligus melaksanakan sembayang di makam para leluhur," jelasnya. Ellen juga berharap kegiatan semacam ini dapat terus rutin dilaksanakam setiap tahunnya dengan lebih meriah. (bbp)