Kepala BPS Babel Sambut Langkah WFA
Kepala BPS Babel Sambut Langkah WFA.-Tim-
Untuk Efisiensi BBM
PANGKALPINANG - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat ini adalah Sugeng Arianto, Kamis (02/04/2026) menilai bahwa pemerintah pusat juga terus mengambil berbagai langkah dan mempertimbangkan plus minusnya serta tidak terburu buru untuk mengambil keputusan khususnya terhadap menaikan harga BBM.
Bahkan langkah antisipasi juga sudah dilakukan sebelum sampai di tingkat internal kementerian masing - masing.
"Artinya nanti sebelum pemerintah pusat memutuskan apakah akan melakukan kenaikan BBM atau tidak, tentu pemerintah sudah mencari negara pemasok lain untuk menjaga keterasediaan pasokan BBM ini agar terjaga dan aman di dalam negeri," ujarnya.
Namun ia menilai bahwa hal ini tida lantas dilakukan secara terburu buru atau langsung memutuskan itu, sehingga masih melihat situasinya, perkembangannya guna menghindarkan pemerintah maupun masyarakat untuk mengambil tindakan atau kebijakan yang tidak logis, panic buying dan semacamnya.
Sebagai upaya menjaga pasokan BBM ini juga salah satunya pemerintah juga akan memperlakukan penghematan energi dengan cara menekan jumlah penggunaan BBM bagi para pegawai pemerintah atau ASN.
Yakni dengan pemberlakukan Work From Anywhere (WFA) bagi ASN. WFA atau kerja dari rumah ini sangat relevan karena energi ini tempatnya ada di hulu. Sehingga apapun yang terjadi dengan komoditas energi atau BBM ini maka akan berpengaruh pada semua komoditas barang dan jasa.
Sebab kebijakan yang ditetapkan terkait dengan energi ini akan berpengaruh kepada semua hal. Menurutnya WFA ini adalah terkait dengan langkah efisiensi kerja di lingkungan pemerintahan maupun di sektor swasta.
Maka salah satu langkah penghematan di sektor pemerintah misalnya adalah dengan akan membuat kebijakan seperti apa, misalnya WFA di setiap hari Jum'at. "Mungkin di Babel dampak WFA tidak terlalu terasa tetapi untuk di kota kota besar seperti Jakarta yang mobilitasnya masyarakatnya tinggi maka ini besar pengaruhnya untuk efisiensi penggunaan konsumsi BBM, bahkan libur satu hari saja sudah sangat berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar.
Tapi kalau di kita Babel untuk bahan bakar transportasi mungkin tidak terlalu kelihatan, tetapi bahan bakar untuk listrik dan sebagainya ini tentu akan sangat berpengaruh seperti di Kantor BPS Babel posisi pegawai ngantor semua, sehingga untuk konsumsi listrik dengan laptop yang di bawa pulang ke rumah maka tetap beda jika misalnya pegawai kami BPS Babel ini 60 orang dan mengoperasionalkan laptopnya di kantor dengan melaksanakan kerjanya di rumah atau WFA tentu akan lebih efisiens, maka inilah yang jadi pertimbangan untuk penghematan BBM," jelasnya pria yang resmi dilantik sebagai Kepala BPS Babel itu sejak Januari 2026 lalu. (bbp)