Lapas Luncurkan Kompos Perdana Limbah PLTU
Lapas Luncurkan Kompos Perdana Limbah PLTU.-Agus Putra-
Dukung Program Akselerasi Menteri Imipas
PANGKALPINANG - Lapas Kelas IIA Pangkalpinang meresmikan pengiriman perdana produk kompos hasil kerja sama dengan UMKM Green Soil Bangka Tengah, yang dibina PT PLN Nusantara Power Services Unit PLTU 3 Bangka Belitung, Rabu (18/2/2026).
Acara ditandai dengan pemotongan pita dan penyiraman air kendi oleh Plt Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Bangka Belitung, Gunawan Sutrisnadi. Kegiatan ini dihadiri Manager Unit PLTU 3 Bangka Belitung I Gusti Ngurah Putra Astawa, Camat Gerunggang Richard Syam, dan sejumlah pejabat struktural Lapas Kelas IIA Pangkalpinang.
Kalapas Pangkalpinang Sugeng Indrawan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah penting untuk pemberdayaan melalui kolaborasi Lapas dengan pihak eksternal. "Kami pernah bekerja sama dengan PLT Air Anyir tahun 2025 hingga tahap pelatihan warga binaan. Hari ini kami bangga kirim kompos perdana hasil kerja sama dengan UMKM Green Soil," ujarnya.
Menurut Sugeng, dengan sumber daya yang ada, pihaknya berusaha maju dengan dukungan luar untuk berikan sumbangsih positif bagi masyarakat. Program ini bukan hanya pencitraan, melainkan bukti bahwa warga binaan bisa diberdayakan dengan keterampilan yang bermanfaat. "Kami harap keterampilan yang didapat bisa jadi kegiatan mandiri setelah mereka bebas, agar bisa mandiri dan tidak mengulangi tindak pidananya," jelasnya.
Sementara Manager Unit PLTU 3 Bangka Belitung I Gusti Ngurah Putra Astawa mengaku terkejut sekaligus gembira karena program yang sempat dikhawatirkan berhenti bisa berkembang hingga produksi kompos dari Fly Ash Bottom Ash (FABA). "Tahun lalu kami latih pembuatan batako dari FABA. Dan tahun ini pihak lapas sudah produksi kompos dari FABA, ini sungguh luar biasa," katanya.
I Gusti Ngurah Putra Astawa menjelaskan, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2022, FABA tidak lagi termasuk limbah B3. Saat ini, kata dia, PLTU 3 Bangka Belitung menghasilkan 50-70 ton FABA per hari dari konsumsi batu bara sekitar 1.300 ton per hari. "FABA mengandung unsur hara makro seperti nitrogen, fosfor, kalium, dan silika tinggi yang bisa menetralkan tanah masam di Bangka Belitung dengan pH sekitar 4. Nah, Silika dalam FABA berfungsi untuk meningkatkan dan menetralkan pH tanah, sehingga membuatnya lebih subur untuk ditanami," ujarnya.
Ia menambahkan, PLTU 3 Bangka Belitung siap mendukung penuh agar warga binaan punya bekal keterampilan saat kembali ke masyarakat dan berharap kerja sama ini bisa terus berlanjut. Sementara itu, Plt Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bangka Belitung Gunawan Sutrisnadi mengucapkan terima kasih sekaligus apresiasi kepada Lapas Pangkalpinang yang telah berkomitmen dalam melakukan pembinaan nyata terhadap warga binaan. "Program ini bagian dari 15 program akselerasi Menteri Imipas, dengan poin ke-3 adalah pemberdayaan UMKM," ujar Gunawan.
Dikatakan Gunawan yang sebelumnya bertugas di Banten, ia melihat potensi serupa di Bangka Belitung dengan program unggulan di Lapas Tangerang yang mengolah sisa batu bara jadi batako dan paving. Ia berharap program di Babel bisa dikenal secara nasional.
"Hari ini kami kirim 6 ton kompos ke Bangka Tengah, insya Allah akan terus bertambah. Ini terobosan langsung bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah. Ini gebrakan bagus, dan aberharap lebih banyak Lapas di Indonesia jalankan program serupa untuk pemberdayaan warga binaan," pungkasnya.(pas)