Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Nestle Indonesia Ngaku Produk Susu Aman, Tapi Pengamat Minta Ditarik?

Ilustrasi-screnshot-

KABAR penemuan kandungan potensi cemaran toksin cereulide pada bahan baku ARA oil tertentu dalam penggunaan susu formula bayi Nestlé S 26 Promil Gold pHPro beberapa waktu ini telah sukses mengguncang masyarakat.

-------------------

BUKAN tanpa alasan. Pasalnya, penemuan cemaran toksin tersebut sendiri menimpa produk susu formula yang dikonsumsi kelompok paling rentan, yaitu bayi. 

Terkini, Nestlé Indonesia sendiri selaku perusahaan makanan dan minuman yang memproduksi susu formula bayi S 26 juga sudah menegaskan bahwa fasilitas produksi di Indonesia tidak terdampak oleh isu ini, dan seluruh produk yang diproduksi di Indonesia tetap aman untuk dikonsumsi.

Kendati begitu, sejumlah pihak juga turut mendesak pihak Nestlé untuk tetap melakukan penarikan seluruh produk susu formula bayi-nya dari pasaran.

Pengamat Kebijakan Publik sekaligus Dosen Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, hal ini sendiri dilakukan demi perlindungan publik dan pemulihan kepercayaan

"Penarikan harus diperluas menjadi penarikan menyeluruh, setidaknya untuk seluruh produk Nestlé yang beredar, sampai ada mitigasi komprehensif dan verifikasi independen yang transparan," ujarnya, Sabtu (17/01).

Lebih lanjut, Achmad juga turut menekankan bahwa ketika ada informasi adanya potensi toksin pada bahan baku yang digunakan dalam formula bayi, respons kebijakan tidak boleh bersandar pada logika minimum compliance, melainkan pada logika pencegahan maksimum.

"Jika potensi bahaya berasal dari bahan baku tertentu, bagaimana kita memastikan bahan baku itu tidak menyeberang ke batch lain, lini lain, pabrik lain, atau bahkan produk lain yang memakai rantai pasok serupa?" pungkad Achmad.

Di sisi lain, Nestlé Indonesia sendiri sudah menekankan bahwa produk impor yang dijual oleh Nestlé Indonesia tetap memenuhi seluruh persyaratan keamanan pangan dan mutu, baik sesuai standar nasional maupun internasional. 

Dalam pernyataannya, Nestle Indonesia juga menjelaskan bahwa hanya terdapat dua batch produk yang diimpor ke Indonesia dari Swiss yang dinilai berpotensi terdampak, yaitu Wyeth S-26 Promil Gold pHPro 1 untuk bayi usia 0–6 bulan (dengan nomor batch 51530017C2 dan 51540017A1). 

"Kedua batch ini telah diuji menggunakan metode pengujian paling akurat, dan hasilnya memastikan bahwa cereulide tidak terdeteksi," tulis perwakilan perusahaan Nestle Indonesia dalam keterangan resminya.

Kendati begitu, sebagai langkah kehati-hatian dan sejalan dengan pernyataan BPOM yang dipublikasikan pada 14 Januari 2026, maka Nestlé Indonesia memilih untuk menghentikan distribusi dan menghentikan sementara impor produk terdampak tersebut.

Selain itu, Nestle Indonesia juga telah melakukan penarikan produk secara sukarela terhadap dua batch terdampak tersebut di bawah pengawasan BPOM.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan