Tahun 2026, Ini Ramalan Roy Kiyoshi, akan Ada 'Kiamat Kecil'
Roy Kiyoshi-screnshot-
PERAMAL dan anak indigo, Roy Kiyoshi mengungkap sejumlah prediksi mengejutkan menjelang pergantian tahun dari 2025 ke 2026.
---------------
ROY Kiyoshi mengaku mendapatkan firasat gaib yang mengkhawatirkan terkait kondisi Indonesia di penghujung tahun 2025 hingga memasuki tahun 2026. Roy Kiyoshi menyebut bahwa tahun depan akan dipenuhi dengan berbagai fenomena alam yang tidak biasa.
Selain itu ia menyebut ada isu sosial yang bakal mengguncang masyarakat. Berikut adalah rincian prediksi yang disampaikan oleh Roy Kiyoshi.
Fenomena Air dan Potensi Tsunami
Prediksi utama yang disampaikan Roy Kiyoshi berkaitan dengan elemen air. Ia mengaku memiliki vision yang sangat buruk mengenai bencana alam, khususnya yang berkaitan dengan air dan tanah.
Ditambah Roy Kiyoshi menyebut fenomena ini mirip dengan kejadian yang saat ini menimpa beberapa daerah di Sumatera dan Aceh. Roy Kiyoshi menggambarkan air yang meluap dengan sangat besar hingga ke daratan, dengan ketinggian mencapai 2 hingga 3 meter.
Ia secara spesifik menyebutkan kawasan Jakarta Utara sebagai salah satu lokasi yang terlihat dalam penglihatannya.
"Aku merasakan setiap kali mimpi itu, selalu ada penglihatan tentang air yang datang dan menghampiri daratan sangat besar. Aku melihat Jakarta Utara atau daerah lain di Jakarta akan terendam banjir yang airnya sangat besar, lebih dari 2 meter, bisa 3 meter. Rumah-rumah di sekitarnya bisa tenggelam,” ujar Roy Kiyoshi, dikutip dari kanal YouTube Intens Investigasi.
Lebih menyeramkan lagi, Roy Kiyoshi mengaku mendengar suara teriakan minta tolong yang menghantui pikirannya.
Ia melihat gambaran mobil-mobil terseret arus dan bangunan yang hilang, sebuah pemandangan yang ia klaim mirip dengan tragedi tsunami di Aceh pada 2004 silam.
"Ada banyak orang yang teriak tolong-tolong, lari, airnya sudah sampai. Batas antara darat dan laut seperti rata, mobil-mobil tenggelam. Ini benar-benar mengganggu tidur dan vision saya setiap hari,” imbuhnya.
Roy menilai kejadian ini merupakan bentuk peringatan keras dari alam semesta kepada manusia.
Ia menilai ini sebagai sebuah “seleksi alam” dan mengajak masyarakat untuk lebih menjaga lingkungan.