Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Perpres MBG Segera Terbit, Stop Keracunan Massal

Dadan Hindayana-screnshot-

KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan saat ini pemerintah tengah mempersiapkan aturan tentang tata kelola Makan Bergizi Gratis.

-----------

IA berharap Peraturan Presiden (Perpres) tersebut bisa rampung pekan ini.

"Sekarang ini sedang diselesaikan terkait Perpres Tata Kelola Makan Bergizi, yang mudah-mudahan minggu ini sudah ditandatangani oleh Bapak Presiden," kata Dadan dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 1 Oktober 2025.

Dadan juga menyampaikan, untuk mendukung higienitas, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bakal berlaku dua sertifikasi.  Sertifikasi higienis Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes)

Kemudian sertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) dari lembaga independen. HACCP adalah sertifikasi standar internasional untuk keamanan pangan yang bertujuan mencegah bahaya selama proses produksi makanan, dari bahan baku hingga konsumen akhir.

"Kami juga ingin menerapkan sertifikasi keamanan pangan berupa HACCP," ucap Dadan.

Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat total ada 6.517 orang yang mengalami keracunan diduga karena makan bergizi gratis (MBG) sejak program Januari 2025.

"Kalau dilihat dari sebaran kasus, maka kita lihat bahwa di wilayah I itu tercatat ada yang mengalami gangguan pencernaan sejumlah 1.307, wilayah II ini sudah bertambah tidak lagi 4.147 ditambah dengan yang di Garut mungkin 60 orang, wilayah III ada 1.003 orang," kata Kepala BGN, Dadan Hindayana dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI, Rabu, 1 Oktober 2025.

Diketahui, Wilayah 1 mencakup Pulau Sumatra. Sementara itu, wilayah 2, yang mencakup Pulau Jawa, mencatat jumlah kasus tertinggi.

Selanjutnya, wilayah 3 yang mencakup kawasan Indonesia Timur.

Menurut Dadan, kejadian terakhir keracunan massal MBG baru saja terjadi malam tadi. Salah satu penyebabnya adalah saat siswa mengonsumsi susu.

“Jadi yang terakhir kejadian kemarin di Pasar Rebo dan juga di Kadungora. Di Kadungora ini kejadian yang tak terduga karena sebetulnya SPPG memberikan makanan dua kali. Yang pertama masakan segar, kemudian karena mau ada renovasi ia memberikan makanan untuk hari ini,” ujar Dadan.

“Salah satu makanan yang dibagikan adalah susu. Susunya langsung diminum dan yang susu kemudian menimbulkan gangguan pencernaan,” tambahnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan