Ratusan Warga Serbu Pos Stasiun Pengumpul PT Timah Bencah
Ratusan Warga Serbu Pos Stasiun Pengumpul PT Timah Bencah.-Ilham BABEL POS-
Masyarakat Akui Resah Adanya Satgas
Sejumlah Fasilitas Pos Rusak
TOBOALI - Pos Stadium Pengumpul PT. Timah Tbk di Desa Bencah, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) digeruduk ratusan masyarakat. Aksi ini diduga dipicu keresahan masyarakat atas keberadaan Satgas Nanggala yang berjaga di lokasi.
Massa menuntut agar Satgas segera ditarik keluar dari Desa Bencah karena dianggap menimbulkan keresahan bagi para penambang. Akibat aksi tersebut sejumlah fasilitas pos mengalami kerusakan. Kaca mess pecah, satu unit CCTV rusak, hingga sebuah kasur dibakar warga.
Menurut salah satu sumber, keresahan warga dipicu aktivitas Satgas yang dinilai membatasi ruang gerak penambang lokal. Ia menyebut, banyak kolektor timah yang dihentikan operasinya sehingga hasil tambang warga sulit dijual.
"Kalau pun dijual ke PT Timah, harganya jauh lebih rendah dibanding ke smelter. Itu yang bikin masyarakat makin tertekan, apalagi pembayaran sering lambat dan ada permainan kualitas," sebutnya.
Diketahui, situasi juga sempat memanas dan terdengar tiga kali tembakan peringatan ke udara untuk meredam kondisi. Sekitar pukul 11.00 WIB, Wadansat Satgas Nanggala bersama 18 anggota bersenjata mendatangi lokasi.
Pertemuan kemudian digelar di rumah salah satu mitra PT. Timah yang dihadiri perwakilan masyarakat, kepala desa, serta pihak Satgas. Hasil mediasi menyepakati warga dan Satgas berdamai. Warga bersama aparat juga melakukan pembersihan di area pos pasca kerusakan. Meski begitu, masyarakat tetap melayangkan dua tuntutan utama.
Satgas Halilintar ditarik dari Desa Bencah, serta PT Timah diminta menyesuaikan harga timah agar tidak memberatkan penambang. Hingga pukul 12.40 WIB, kondisi berangsur kondusif. Namun, warga menegaskan akan terus mendesak agar tuntutan mereka dipenuhi.
Sementara itu, Kades Bencah Heri Purnomo saat di konfirmasi Senin malam (29/09) menyebutkan, warga yang ikut demo itu, bukan hanya orang Bencah saja, tetapi berasal dari luar desa juga.
"Kebetulan lokasi yang di demo di desa Bencah, dan yang ikut juga bukan hanya warga Bencah tetapi juga luar desa Bencah," sebutnya.
Atas adanya aksi ini, pihak desa menghimbau untuk menjaga ketertiban dan jangan berbuat anarkis atau sampaikan aspirasi dengan damai. "Mari kita jaga kondusifitas, jangan anarkis dan sama sama saling menjaga agar tidak merugikan kedua belah pihak," pungkasnya. (im)
12»