Warga Batu Beriga Siap Dukung Asal Dilibatkan
Warga Batu Beriga Siap Dukung Asal Dilibatkan.-Agus Putra-
Soal Penambangan PT Timah
PANGKALPINANG - Ratusan masyarakat Desa Batu Beriga Kabupaten Bangka Tengah kembali menggelar aksi unjuk rasa di kantor DPRD Provinsi Bangka Belitung pada Rabu, 9 September 2025. Kali ini, masyarakat yang datang dari massa yang pro penambangan di perairan laut Batu Beriga.
Dalam tuntutannya, masyarakat pro tambang ini berharap rencana penambangan di perairan laut Batu Beriga ini dapat dijalankan segera sesuai rencana PT Timah, perusahaan yang mempunyai legalitas sesuai kepemilikan Izin Usaha Pertambangan (IUP) dengan melibatkan masyarakat setempat.
Massa yang sengaja datang dengan menggunakan enam bus ini yakin, bahwa kekayaan hasil timah yang terkandung dalam dasar laut Batu Beriga dapat mengubah kehidupan masyarakat dan desa, termasuk nelayan hingga menghidupi perekonomian dan juga sektor pariwisata.
Demikian suara aspirasi masyarakat yang diorasikan oleh koordinator lapangan aksi, Danil di hadapan para pimpinan dan anggota DPRD Babel. Massa ini disambut baik oleh pimpinan DPRD Babel dengan menempatkan ruang dialog di ruang Paripurna DPRD Babel. “Kami masyarakat asli Batu Beriga, kami pro penambangan tapi bukan untuk menghancurkan atau merusak (Batu Beriga). Kami mendukung PT Timah melakukan penambangan di laut Batu Beriga dengan melibatkan masyarakat karena mereka tahu cara menanggulanginya (memulihkan ekosistem pasca tambang),” kata Danil.
Dani mengatakan bahwa dirinya sangat prihatin dengan kondisi masyarakat Batu Beriga, termasuk nelayan dikarenakan banyak menanggung piutang dari oknum tengkulak ikan. “Bagaimana mereka (nelayan) sejahtera kalau hidup dengan utang? Saya ini anak nelayan juga, saya tahu kondisi nelayan ini,” ungkapnya.
Dirinya juga menyayangkan PT Timah yang mempunyai legalitas ini belum melaksanakan aktivitas penambangan di laut Batu Beriga dikarenakan adanya penolakan dari sebagian masyarakat yang masih berpikir bahwa penambangan tidak bisa hidup berdampingan dengan nelayan. “Ternyata bisa kok, saya sudah turun survei ke Batu Belubang. Nelayan dan penambang bisa berdampingan, luar biasa perekonomian mereka disana, dari anak kecil hingga mereka yang berkeluarga,” kata Danil.
Untuk itu, pihaknya berharap agar penambangan PT Timah dapat disegerakan sesuai program kerja perusahaan untuk meningkatkan produksi hingga dapat berkontribusi kepada negara dalam melaksanakan pembangunan.
Kepada Gubernur dan Ketua DPRD Babel, masyarakat Batu Beriga dengan ini menyatakan sikap serta tuntutan kepada Pemerintah Provinsi dan DPRD Babel atas berbagai upaya pembatalan sepihak terhadap kegiatan pertambangan laut yang secara sah dan resmi memiliki legalitas hukum.
Berikut tuntutan masyarakat Batu Beriga :
1. Gubernur dan Ketua DPRD Babel harus berdiri tegak mendukung kegiatan pertambangan laut yang telah sah di Batu Beriga, dan menolak segala tekanan yang bertentangan dengan hukum dan kepentingan masyarakat lokal.
2. Meminta jaminan dari pemerintah agar tidak ada pembatalan atau penghentian kegiatan tambang oleh kelompok atau individu yang tidak berwenang, apalagi yang tidak berdomisili atau memiliki hubungan langsung dengan Desa Batu Beriga.