Pemkot Dukung Integrasi Kurikulum Anti Narkoba di Sekolah
Pemkot Dukung Integrasi Kurikulum Anti Narkoba di Sekolah.-Antara-
PANGKALPINANG - Pemerintah Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendukung program integrasi kurikulum anti narkoba di sekolah sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika sejak usia dini.
Pelaksana Tugas (Plt) Asisten I Pemerintah Kota Pangkalpinang Agustu Afendi, di Pangkalpinang, Kamis, mengatakan program tersebut menjadi salah satu fokus kerja sama antara pemerintah daerah dengan Badan Narkotika Nasional (BNN).
“Hari ini kami menghadiri dan mewakili Wali Kota Pangkalpinang dalam kunjungan Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto yang juga meluncurkan sejumlah program, salah satunya integrasi kurikulum anti narkoba di sekolah,” kata Agustu.
Ia menjelaskan bersama BNN Kota Pangkalpinang dan Dinas Pendidikan setempat, program tersebut diterapkan di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah pertama.
Menurut dia, pengenalan bahaya narkotika sejak dini dinilai penting agar anak-anak memahami risiko zat berbahaya seperti narkotika dan psikotropika. “Ke depan kita akan bersama-sama dengan BNN Kota dan Dinas Pendidikan mengintegrasikan kurikulum anti narkoba ini, mulai dari TK, SD hingga SMP,” ujarnya.
Selain itu, Agustu menyebutkan terdapat tiga kelurahan di Pangkalpinang yang masuk kategori wilayah waspada terkait penyalahgunaan narkoba, yakni Kelurahan Lontong Pancur, Kelurahan Gabek Satu, dan Kelurahan Air Salemba.
Pemerintah daerah bersama BNN Kota Pangkalpinang juga akan meningkatkan edukasi kepada masyarakat melalui program konseling dan penyuluhan guna meningkatkan kesadaran akan bahaya narkotika. “Kami akan memperkuat edukasi hingga ke tingkat masyarakat agar memahami bahaya narkoba dan mampu mencegah penyalahgunaannya,” katanya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, BNN, dan masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba di Pangkalpinang. (ant)