BKKBN Babel Tingkatkan Kualitas Keluarga
BKKBN Babel Tingkatkan Kualitas Keluarga.-Antara-
PANGKALPINANG - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menguatkan koordinasi lintas sektor untuk meningkatkan kualitas keluarga dalam upaya mempercepat penurunan kasus tengkes.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Babel Fazar Supriadi Sentosa di Pangkalpinang, baru baru ini mengatakan akan melaksanakan rapat koordinasi lintas sektor untuk menyelaraskan arah kebijakan pemerintah pusat dan daerah, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung implementasi Program Bangga Kencana.
"Pertemuan ini bukan hanya menjadi ruang koordinasi, tetapi juga momentum konsolidasi untuk memperkuat komitmen bersama dalam percepatan penurunan tengkes, serta peningkatan kualitas keluarga di Babel," katanya.
Melalui koordinasi yang kuat antar-lini diharapkan mampu mengawal berbagai program prioritas Presiden dalam peningkatan kualitas dan kesejahteraan keluarga, serta mempercepat penurunan tengkes di Babel. "Pertemuan yang akan dimulai Rabu (8/4) tersebut menegaskan komitmen kita dalam memperkuat pembangunan keluarga sebagai fondasi utama peningkatan kualitas sumber daya manusia," katanya.
Pertemuan itu akan membahas beberapa agenda penting, antara lain arahan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, penandatanganan nota kesepahaman, penyerahan bantuan Program Genting kepada sasaran keluarga berisiko tengkes, dan seminar dengan narasumber Bappeda dan Tim Penggerak PKK Provinsi Babel.
Selain itu, pihaknya akan membahas berbagai isu strategis untuk menguatkan sinergisitas percepatan penurunan tengkes melalui Program Makan Bergizi Gratis bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, evaluasi pelaksanaan Program Bangga Kencana tahun 2025, dan penguatan komitmen mitra kerja dalam mendukung program prioritas.
Kegiatan ini akan melibatkan lebih dari 150 peserta dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, forkopimda, organisasi perangkat daerah urusan keluarga berencana, Dinas Kesehatan, Bappeda, hingga mitra strategis lainnya dari tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-Babel.
"Partisipasi mereka diharapkan mampu memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana. Ini bentuk komitmen kita menghadirkan program yang lebih terintegrasi, tepat sasaran, dan berdampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mewujudkan keluarga berkualitas serta percepatan penurunan tengkes menuju Indonesia Emas 2045," katanya.