BPJN Babel Siapkan Rp 140 Miliar untuk Perbaiki Jalan dan Jembatan Tahun 2026
BPJN Babel Siapkan Rp 140 Miliar untuk Perbaiki Jalan dan Jembatan Tahun 2026.-Agus Putra-
PANGKALPINANG – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Bangka Belitung tahun 2026 tetap konsisten menjalankan komitmen dalam melaksanakan program perbaikan dan pemerataan infrastruktur jalan serta jembatan di wilayahnya.
Hal tersebut disampaikan Kepala BPJN Bangka Belitung, Susan Novelia usai penyampaian kegiatan komunikasi publik yang berlangsung di Auditorium BPJN Babel, Rabu (25/2/2026). "Pada tahun 2026 ini, kami fokus untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan layanan jalan nasional di seluruh Pulau Bangka dan Belitung. Semua upaya kami lakukan untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses jalan yang baik, nyaman, dan aman," ujar Susan.
Susan menyebut, saat ini total panjang jalan nasional yang dikelola BPJN Provinsi Bangka Belitung mencapai 598 kilometer, yang tersebar merata di kedua pulau utama. Berbagai kegiatan perbaikan akan dilakukan secara berjenjang, antara lain penanganan pemerataan jalan melalui penambalan lubang secara masif, penggantian beberapa unit box jalan yang sudah tidak layak dan penanganan longsor di ruas jalan dengan solusi permanen berupa pemasangan bronjong dan dinding penahan tanah.
Untuk sementara, pihaknya telah memasang police line, sandbag atau biobag untuk mencegah perluasan area longsor, serta memasang rambu peringatan untuk keselamatan pengguna jalan. Susan menambahkan bahwa koordinasi dengan berbagai pihak terkait terus dilakukan secara berkala.
"Kami bekerja sama erat dengan Satlantas Polri, Polres masing-masing daerah, Dinas Perhubungan Provinsi dan Kabupaten/Kota, serta Pemerintah Daerah setempat untuk memastikan setiap kegiatan berjalan lancar dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat," jelasnya.
Lebih lanjut disampaikan Susan, tahun ini, BPJN akan fokus melakukan penggantian dua jembatan strategis di Pulau Belitung. Yang pertama adalah Jembatan Pilang dengan panjang 204 meter, yang dikerjakan melalui kontrak Mutiara dengan masa pengerjaan selama 3 tahun. "Sampai saat ini, progres pengerjaan Jembatan Pilang telah mencapai 12 persen dan berjalan sesuai dengan rencana," ungkap Susan.
Kegiatan kedua, lanjutnya, penggantian Jembatan Air Liring, yang menjadi tindak lanjut dari kejadian bencana yang terjadi pada September 2025 lalu. "Alhamdulillah, balai telah mendapatkan dukungan untuk melakukan penanganan permanen pada jembatan ini. Harapannya, dengan hadirnya jembatan baru, konektivitas dan aktivitas masyarakat di wilayah Belitung Timur dapat tetap berjalan lancar tanpa hambatan," ujarnya optimis.
Susan menambahkan, total pendanaan yang dialokasikan untuk kegiatan preservasi jalan dan jembatan tahun 2026 mencapai sekitar Rp140 miliar. Anggaran tersebut mencakup kegiatan pemeliharaan rutin jalan dan jembatan, serta penggantian kedua jembatan strategis yang ada di Pulau Belitung.
"Kegiatan akan kami laksanakan secara berkala dan akan selalu memberikan pembaruan terkait progres pengerjaan kepada masyarakat. Saat ini, kondisi kemantapan jalan di Provinsi Bangka Belitung telah mencapai 99,8%, angka tertinggi di seluruh Indonesia dan kami akan berusaha menjaga bahkan meningkatkan capaian tersebut," tegas Susan.
Menurut dia, semua upaya ini tidak hanya untuk mendukung mobilitas sehari-hari, tetapi juga untuk memastikan kelancaran perjalanan masyarakat menjelang momen penting seperti musim mudik lebaran yang akan datang. "Tentunya kami berkomitmen dan terus bekerja keras supaya masyarakat di Bangka Belitung tetap bisa menikmati jalan yang baik, nyaman dan berkeselamatan," pungkas Susan.(pas)