Wako Udin Ingatkan PBP Jangan Dijual
Wako Udin Ingatkan PBP Jangan Dijual.-Tim-
PANGKALPINANG - Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin menghadiri Penyerahan Bantuan Pangan (PBP) Pemerintah Pusat Bulan Oktober dan November 2025 dalam bentuk beras dan minyak goreng.
Kegiatan ini berlangsung secara simbolis di Kantor Keluharan Pasir Putih Kecamatan Bukit Intan Pangkalpinang, Selasa (25/11/2025). Dalam sambutannya, Wako Udin menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat melalui Perum Bulog yang telah menyalurkan bantuan pangan ini khususnya bagi penerima manfaat yang berhak menerimanya di Kota Pangkalpinang.
Melalui PBP ini diharapkan dapat sedikit membantu meringankan beban warga masyarakat penerima manfaat, menstabilkan harga beras dan minyak goreng. Adapun PBP beras untuk Oktober -November 2025 berjumlah total 7.205 ton diserahkan kepada Kelurahan Bukit Intan 1.273 ton dengan masing-masing pembagian Kelurahan Pasir Putih sebanyak 226 penerima manfaat, Kelurahan Air Mawar 155 penerima, Kelurahan Bacang 146 penerima manfaat Kelurahan Air Itam 224 penerima manfaat, Kelurahan Semabung Lama 203 penerima manfaat, Kelurahan Sinar Bulan 158 penerima manfaat dan KelurahanTemberan 161 penerima manfaat.
"Kami mohon maaf kalau tidak semua warga mendapatkan PBP ini, karena memang jumlahnya terbatas dan sesuai data penduduk yang memang layak menerimanya. Dan semoga dengan bantuan ini bisa bermanfaat, sekaligus saya pesan jangan lantas bantuan yanh sudah diberikan ini dijual," ucapnya.
Pimpinan Perum Bulog Cabang Bangka, Akmad Mukromi juga menyampaikan bahwa untuk penyaluran bantuan pangan ini diberikan kepada penerima manfaat dengan masing -masing mendapatkan bantuan sebanyak 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.
Penyaluran bantuan pangan kali ini akan dilakukan dari 27 November 2025. "Kami berharap dengan adanya bantuan pangan ini semoga dapat meringankan beban dari masyarakat khususnya untuk harga konsumsi beras dan minyak goreng agar lebih stabil," ujarnya.
Kepala Bidang Pangan, Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, Yiyi Zilaida juga menjelaskan cadangan Pangan Kota Pangkalpinang terakhir telah dikeluarkan di Oktober 2025 sebanyak 25 ton dan saat ini hanya tersisa 18 ton.
Penyaluran selanjutnya harus menunggu instruksi Wali Kota Pangkalpinang sebagai pemberi wewenang. "Nanti ada koordinasi lebih lanjut karena cadangan pangan itu hanya tinggal 18 ton yang memang harusnya dikeluarkan disaat-saat urgen sedangkan kita baru mengeluarkan 25 ton di Oktober lalu, dan ada juga PBP dari pemerintah pusat," ujar Yiyi.
Ia juga menambahkan untuk tahun 2026 juga belum ada instruksi dari pusat karena tergantung dari paket stimulus ekonominya dari pusat. "Tapi kalau ada pun, tentu kita dari Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang siap untuk menyalurkan sesuai dengan petunjuk teknis yang telah ditetapkan," tambah Yiyi. (bbp)