Malam Seribu Bulan
Syafi'i.-screenshot-
Kedua, makna simbolik yang menggambarkan keagungan melebihi dari sekedar bilangan. Artinya bahwa beribadah pada lailatul qadr memperoleh kebaikan yang tak terhingga. Puncaknya adalah pengalaman spiritual yang belum pernah dirasakan sebelumnya dan mengubah atau menuntun jalan hidupnya menjadi lebih baik, bermakna, dan dekat dengan Tuhan.
Waktu datangnya lailatul qadr dan kepada siapa dia menghampirinya adalah rahasia Tuhan. Dia adalah pengalaman spiritual sekaligus karunia agung yang diberikan Allah kepada hamba yang dikehendaki-Nya. Sangat personal. Tidak ada ukuran pasti. Pengalaman orang yang telah meraihnya bisa berbeda-beda.
Boleh jadi, karena effort-nya yang luar biasa seseorang merasa telah memperolah lailatul qadr, sedangkan yang lain memperolehnya tanpa menyadarinya. Oleh karena itu, tidak penting klaim meraih lailatul qadr, jika tidak memberi dampak kepada diri dan orang lain. Sesungguhnya tidak seorangpun telah meraih lailatul qadr kecuali dia menjadi lebih dekat dengan Tuhan, lebih dekat dengan kebenaran dan kebaikan, serta lebih bermakna. Wallahu a'lamu bi al-shawab.(Sumber kemenag.go.id dengan judul yang sama)