Ramadan Bulan "Booster" Keimanan dan Diskon Amal
Ramadan Bulan "Booster" Keimanan dan Diskon Amal.-Dok Pribadi-
Syamsul Bahri
Kepala MTs Al-Hidayah Toboali
Keimanan berasal dari kata iman. Secara bahasa, iman berarti percaya. Sedangkan menurut syariat Islam, iman adalah meyakini bahwa Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa dan Nabi Muhammad merupakan utusan-Nya. Iman umat Islam bisa dibuktikan dengan menaati segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Seorang Muslim yang memiliki iman di hatinya yakin dengan segala ketentuan yang ditetapkan oleh Allah. Karena hanya dengan iman tersebut, umat Islam bisa mendapatkan kebaikan di dunia maupun di akhirat kelak.
Keimanan seseorang itu tidak stagnan, keimanan itu selalu dinamis. Sehingga keimanan seorang Muslim tidak sama di setiap harinya. Kedinamisan iman itu tergantung dengan factor yang mempengaruhinya. Ketika pengaruh itu bersifat positif, maka keimanan akan naik atau bertambah, tetapi jika pengaruh itu negatif, maka keimanan turun drastis, sehingga pada saat iman turun tidak sedikit seseorang akan terjerumus ke lembah kehinaan.
Indikator yang nampak ketika iman bertambah bisa dilihat ketika seseorang sedang semangat beribadah, sebaliknya, indicator iman menurun bisa didapatkan ketika seorang muslim malas beribadah. Naik turunnya iman seseorang bisa terjadi kapan saja, termasuk juga di bulan Ramadan.
Allah berfrman dalam surat Al-Fath, Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada).
Oleh karenanya, setiap umat Muslim diwajibkan untuk memelihara dan meningkatkan iman yang ada di hatinya secara terus menerus. Sebab, iman manusia diibaratkan seperti tanaman. Apabila dipelihara dengan baik iman akan tumbuh dengan subur dan jika tidak dirawat, iman di hati akan mudah layu.
Memperhatikan tentang keimanan kita yang bisa naik turun, maka tentunya kita harus bisa melakukan penguatan iman kita atau kita harus mem-booster keimanan kita.