Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Cumi Bangka (Bagian 1)

Indra Ambalika Syari.-Dok Pribadi-

Akhir tahun 2025, Cumi Bangka hasil tangkapan nelayan pancing dihargai oleh tengkulak di pinggir pantai sekitar Rp 107.000,-/kg (lokasi Pantai Rebo Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka). Ini harga di tengkulak pinggir pantai bukan harga di pasar. 

 

Bisa jadi harga dipasar lebih murah karena cumi-cumi sudah gembrot bin gemoy karena sudah direndam semalaman di air es oleh pengepul sehingga beratnya bisa naik hingga 15% dari timbangan awal. Namun membeli Cumi Bangka di pasar untuk ukuran ekspor yaitu ukuran panjang mantel (badan saja, tidak termasuk kepala dan tentakel) lebih dari 15 cm tidak cocok bagi kaum mendang mending karena kemungkinan besar mending ganti beli ikan rucah. 

 

Harga cumi Bangka semakin tidak terjangkau. Baik di Bangka maupun Belitung sama-sama mahal. Bahkan harga Cumi Bangka di Belitung lebih mahal dari dulu karena rebutan eksportir yang jumlahnya lebih banyak dibandingkan di Bangka. Akhir Bulan Januari 2026, harga cumi Bangka segar hasil pancingan nelayan di pasar ikan tanjung pandan Rp 150.000,-/kg. Harga ini bahkan sama dengan harga cumi karang. Berdasarkan wawancara nelayan Desa Keciput Kecamatan Belitung, cumi pancing nelayan yang ukuran besar dibeli hingga Rp 140.000,-/kg oleh tengkulak. 

 

Tak heran dengan harga yang tinggi, Cumi Bangka merupakan tangkapan utama nelayan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Nelayan pancing tersenyum lebar semringah saat cumi hasil tangkapan berlimpah. Nelayan bagan (bagan apung, bagan tancap, atau bagan perahu) tersenyum lebar berseri-seri saat mengangkat jaring bagan penuh dengan cumi-cumi. Bayangkan, mendapat Cumi Bangka 5 kg saja dalam satu malam bagi nelayan pancing sudah hampir dipastikan penghasilan bersih (dipotong BBM dan operasional) adalah diatas Rp 300.000,-/malam. Bagaimana jika tangkapan sampai puluhan kilogram per malam?

 

Harus kita sadari bahwa nelayan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah nelayan tradisional dengan jumlah terbanyak adalah jenis armada semut. Perahu dan mesin yang digunakan berukuran kecil tanpa atap dan tempat penyimpanan ikan yang terbatas (coolbox ukuran sedang). Nelayan ini biasanya menangkap ikan tidak lebih dari satu hari, bukan one day fishing melainkan one night fishing. Tangkapan utamanya tentu saja cumi-cumi. 

 

Selain harganya mahal, cumi-cumi ditangkap pada malam hari sehingga tidak terlalu letih dibandingkan memancing pada siang hari yang panas menyengat di tengah laut. Nelayan ini biasanya sudah mengetahui kapan waktu cumi-cumi makan dan kapan waktu cumi-cumi tidak makan. Jadi mereka masih dapat beristirahat disela-sela waktu memancing. 

 

Nelayan pancing cumi-cumi biasanya berangkat pada sore hari setelah asar dan pulang ke pantai di pagi hari. Di siang hari setelah istirahat tidur siang, nelayan masih bisa ke kebun sebelum mereka melaut. Kondisi ini membuat nelayan lokal secara ekonomi dapat memenuhi kebutuhan pangan keluarga harian dari hasil memancing dan berkebun. Hasil ini sebenarnya sudah sangat layak untuk hidup jika tidak terjerat pinjol atau tergoda angsuran-angsuran.(bersambung)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan