Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Gaza Pasca-Genosida: Perdamaian Palsu dan Penjajahan yang Didaur Ulang

Nada Masaya.-Dok Pribadi-

Lebih berbahaya lagi, proyek “New Gaza” berisiko menjadi alat penghapus ingatan kolektif. Dunia diajak melompat ke fase pembangunan tanpa menyelesaikan kejahatan yang telah terjadi. Dalam pandangan Islam, kezaliman tidak gugur hanya karena waktu berlalu. Allah SWT mengingatkan, “Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim, yang menyebabkan kamu disentuh api neraka.” (QS. Hud: 113). Ayat ini menegaskan larangan memberikan legitimasi, apalagi loyalitas kepada kezaliman. Oleh karena itu, menerima skema perdamaian yang justru mengokohkan penjajahan, meskipun dibungkus dengan narasi kemanusiaan, merupakan bentuk keberpihakan yang keliru.

 

Islam menempatkan keadilan sebagai pondasi utama kehidupan. Allah SWT berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak keadilan karena Allah, menjadi saksi dengan adil." (QS. An-Nisa: 135). Keadilan tidak boleh dikompromikan demi stabilitas semu. Tanpa keadilan, rekonstruksi hanya akan melanggengkan ketimpangan dan membuka jalan bagi penindasan dalam bentuk baru.

 

Karena itu, umat Islam tidak boleh terjebak pada euforia pembangunan Gaza versi penjajah. Bantuan kemanusiaan memang penting, tetapi tidak cukup. Yang jauh lebih mendesak adalah sikap politik yang tegas, yaitu menolak segala bentuk normalisasi penjajahan, baik melalui jalur diplomasi, proyek ekonomi, maupun lembaga internasional yang berpihak.

 

Dunia Islam harus keluar dari sikap reaktif dan simbolik. Persatuan sikap politik bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Tekanan diplomatik, langkah ekonomi, dan konsistensi suara di forum internasional harus berjalan seiring. Palestina tidak membutuhkan belas kasihan, melainkan keberpihakan yang nyata dan berkelanjutan.

 

Pada saat yang sama, perlawanan narasi menjadi medan perjuangan yang tidak kalah penting. Umat Islam wajib membongkar ilusi perdamaian palsu dan mengingatkan dunia bahwa Gaza bukan kanvas kosong yang bisa digambar ulang sesuai kepentingan global. Gaza adalah tanah yang memiliki rakyat, sejarah, dan hak yang tidak gugur oleh bombardir.

 

Allah SWT berfirman, “Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi dan menjadikan mereka pemimpin serta menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi bumi.” (QS. Al-Qashash: 5). Ayat ini bukan sekadar penghibur, melainkan janji bahwa kezaliman tidak akan pernah abadi.

 

Selama penjajahan masih bercokol dan kejahatan perang belum diadili, setiap proyek yang mengatasnamakan perdamaian patut diuji dengan sikap kritis. Gaza tidak membutuhkan “New Gaza” versi penguasa global saat ini. Gaza membutuhkan keadilan, kemerdekaan, dan pengembalian hak rakyat Palestina secara utuh. Tanpa itu semua, perdamaian hanyalah nama lain dari penjajahan yang didaur ulang.**

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan