Ada yang Menjerit di Balik Anggaran MBG yang Melejit
Syamsul Bahri.-Dok Pribadi-
Oleh: Syamsul Bahri
Kepala MTs Al-Hidayah Toboali
Kenaikan anggaran program MBG tahun 2026 ini sungguh sangat pantastis. Diberitakan bahwa Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan, bahwa BGN mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 335 juta untuk tahun 2026. Dadan menuturkan, alokasi anggaran tahun 2026 jauh lebih besar dibandingkan anggaran tahun 2025 sebesar Rp 71 triliun.
Alokasi anggaran tersebut mengikuti target penyaluran program makan bergizi gratis (MBG) yang akan menyasar 82,9 juta penerima pada tahun 2026. Dadan menyakini target tersebut dapat dicapai BGN hanya dalam waktu lima bulan saja. (Kompas.com, 19/1/2026).
Walaupun penyerapan anggaran program Makan Bergizi Gratis atau MBG pada 2025 masih minim, namun dana spektakuler itu tetap disetujui. Dalam artikel Dimas Waraditya Nugraha, MBG: Landai di Realisasi 2025, Meroket di Alokasi 2026 disebutkan dari pagu Rp 71 triliun, realisasi per awal September baru mencapai 18 persen. Namun, pada 2026 pemerintah mengalokasikan anggaran senilai Rp 335 triliun atau lebih dari empat kali lipatnya. (Kompas.com, 3/10/2025).
Seperti merespon lemahnya serapan anggaran MBG tahun 2025, Menkeu Purbaya bergerak cepat, beliau mengungkapkan bakal mengoptimalkan anggaran MBG Rp 335 triliun yang ditargetkan ke 83 juta penerima tahun ini. Ia memperkirakan kalau penyerapan anggaran MBG 2026 kemungkinan hanya Rp 200 triliun. Ia menyebutkan bakal memonitor penyerapan anggaran MBG 2026 mulai minggu depan agar terserap optimal. (Suara.com, 21/1/2026).
Seperti diketahui bahwa anggaran program MBG yang meroket itu diambil dari tiga sumber, yaitu anggaran pendidikan: Rp 223 triliun atau 83,4 persen, anggaran kesehatan: Rp 24,7 triliun atau 9,2 persen, dan anggaran ekonomi: Rp 19,7 triliun atau 7,4 persen. Artinya banyak pos anggaran yang dikorbankan demi untuk mendongkrak anggaran program MBG.
Yang jadi problematikanya adalah anggaran sebesar itu ternyata tidak hanya untuk dialokasikan pembelian makanan, tapi sebagian besar juga dialokasikan untuk pegawai yang baru saja direkrut. Menurut infonya orang-orang yang berkecimpung dalam program MBG akan diberikan kesejahteraan yang luar biasa. Bahkan mereka dijanjikan akan diangkat menjadi pegawai pemerintah.