Baca Koran babelpos Online - Babelpos

Pendekatan yang Edukatif untuk Mendisiplinkan Siswa

Rudiyanto-Dok Pribadi-

 

Menurut hemat penulis, beberapa upaya yang dapat dilakukan oleh seorang guru untuk melakukan pendekatan yang edukatif demi terciptanya kedisiplinan pada siswa antara lain adalah sebagai berikut:

 

Pertama, memberikan keteladanan. Dalam sebuah peribahasa "Guru Digugu dan Ditiru". Maksudnya adalah sosok guru senantiasa didengarkan dan ditiru baik lingkungan satuan pendidikan, keluarga maupun lingkungan masyarakat. Oleh karena itu, seorang guru harus senantiasa dapat memberikan contoh sikap dan perbuatan yang baik. Hal ini agar dapat dijadikan panutan bagi para siswa, warga sekolah, keluarga maupun lingkungan masyarakat.

 

Kedua mengajarkan tanggung jawab. Tanggung jawab merupakan sikap menerima dengan lapang dada terhadap konsekuensi atas segala sesuatu yang telah dilakukannya. Seorang guru harus senantiasa mengajarkan nilai-nilai tanggung jawab kepada siswanya. Hal ini agar para siswa dapat berhati-hati dalam bersikap dan berperilaku serta melaksanakan norma-norma yang berlaku.

 

Ketiga, mengajarkan empati. Empati merupakan sikap ikut merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. Sosok guru harus senantiasa mengajarkan sikap empati terhadap muridnya. Hal ini agar siswa tersebut dapa lebih peka dan memahami terhadap lingkungan, keadaan dan perasaan orang-orang yang ada disekitarnya

 

Keempat, meningkatkan religiusitas. Yakni, seorang guru harus berupaya menanamkan sikap religiusitas pada siswanya. Hal ini bertujuan agar para siswa menjadi pribadi yang bermoral dan senantiasa menjalankan perintah-perintah Allah SWT serta senantiasa menjauhi segala larangan-laranganNya

 

Kelima, menjalin komunikasi yang baik. Komunikasi yang baik merupakan salah satu hal utama dalam memperbaiki moral dan sikap spiritual siswa. Guru harus memahami gaya komunikasi dan kepribadian tiap-tiap siswanya. Hal ini dilakukan agar guru dapat menyesuaikan komunikasinya dengan baik kepada siswanya serta pesannya akan tersampaikan.

 

Terakhir, keenam, membuat peraturan sekolah yang jelas, konsisten dan logis. Untuk memperbaiki moral dan spiritual siswa, satuan pendidikan harus membuat peraturan yang jelas, konsisten dan logis. Sehingga, para siswa akan merasa waspada dan berpikir dua kali ketika hendak melakukan sebuah pelanggaran(*)

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan